7 Hal Kita Dibohongi oleh Film Bohemian Rhapsody tapi Kita Tetap Suka

Soal film Bohemian Rhapsody keren dan an-oscar-material banget, kita sepakat lah ya, tidak usah diperdebatkan lagi. Namun tahukah kamu ada beberapa hal yang kita dibohongi oleh film Bohemian Rhapsody alias apa yang digambarkan di film itu tidak sesuai dengan kejadian nyatanya. Tapi ga apa-apa lah, namanya juga untuk kepentingan film, biar bagus atau dramatis atau apalah. Tidak akan mengubah pendapat kita soal kekerenan film ini. Tapi tetap penasaran kan? Seperti lirik pembuka lagu Bohemian Rhapsody: “Is this the real life? Is this just fantasy?” Mari kita lihat 7 hal yang ternyata “just fantasy” di film Bohemian Rhapsody.

Dibohongi #1: Terbentuknya Queen

Di film diceritakan bahwa Freddie adalah penggemar band Smile yang digawangi oleh Brian May, Roger Taylor, dan Tim Staffell. Freddie bahkan bilang kalau dia ngefans dan selalu mengikuti band ini sejak lama. Lalu Freddie menawarkan lagu ciptaannya dan bahkan menawarkan diri jadi vokalis, yang awalnya ditertawakan oleh Roger karena giginya, sampai akhirnya mereka mendengarkan suara Freddie dan terpesona. Bohong saudara-saudara! Aslinya mereka berempat itu sudah saling kenal dan berteman dekat (Brian, Roger, Tim, dan Freddie). Mereka bahkan ngontrak rumah bareng. Malahan Tim yang pertama mengenalkan Freddie ke Brian dan Roger. Freddie juga sudah sering bernyanyi bareng Smile jadi vokalis pendukungnya Tim. Nah setelah Tim keluar, otomatis Freddie jadi lead singer. John Deacon mereka “temukan” sekitar setahun kemudian melalui proses audisi mencari bassis setelah nama band-nya diganti menjadi Queen.

Dibohongi #2: Rekaman Pertama Album Queen dan Urutan Lagu

Di film diceritakan mereka sampai menjual mobil van-nya demi bisa menyewa studio rekaman, itupun di jam-jam yang aneh yang studionya bisa kosong. Terlalu dramatis saudara-saudara! Aslinya, ada seorang pemilik studio rekaman (Trident Studios) yang bernama Norman Sheffield yang menawarkan studionya secara gratis dengan bayaran kalau albumnya sudah jadi dia yang akan menjadi manajernya. Dan memang dia menjadi manajer Queen di awal-awal karir Queen dulu sampai ada peristiwa yang membuahkan lagu “Death on Two Legs” (akan aku ceritakan kapan-kapan). Selanjutnya, di film diceritakan konser pertama Queen di Amerika Serikat di awal-awal karir mereka, Queen sudah membawakan lagu “Fat Bottomed Girls”, padahal lagu itu baru diciptakan tahun 1978 di album Jazz bersama dengan lagu “Bicycle Race”, jauh kan saudara-saudara?

Dibohongi #3: Hubungan Freddie dengan Mary Austin

Sebagian besar cerita tentang hubungan Freddie dengan Mary di film ini benar adanya sih, kecuali soal 2 hal. Pertama di film diceritakan kalau di pertemuan pertama Freddie langsung mendekati Mary, aslinya butuh waktu 6 bulan bagi Freddie untuk berani mengajak Mary jalan. Kedua, soal cara Freddie melamar Mary, aslinya dilakukan ketika Natal, Freddie memberi Mary sekotak kado dan di dalamnya ada kotak yang lebih kecil dan di dalamnya lagi ada kotak yang lebih kecil lagi. Nah di kotak yang paling kecil ada cincinnya, tapi cincinnya tidak sebagus yang ada di film. Tapi memang benar kalau Mary langsung bilang yes, dan mereka menjalani sebuah hubungan heteroseksual yang stabil, bahkan tinggal bersama dalam satu apartemen selama awal-awal karirnya Freddie bersama Queen. Dan benar juga mereka tetap bersahabat sampai akhir hidupnya Freddie di mana Freddie mewariskan seluruh hartanya pada Mary.

Dibohongi #4: Penciptaan Lagu “We Will Rock You”

Di film diceritakan lagu “We Will Rock You” diciptakan oleh Brian May ketika mereka mau latihan dan menunggu Freddie yang telat datang. Brian mengajak bandmates-nya dan juga istri-istri mereka melakukan gerakan “We Will Rock You”. Aslinya setelah Queen konser dan mereka melihat bahwa penonton sangat terlibat, mereka kepikiran untuk menciptakan lagu yang benar-benar bisa melibatkan penonton. Brian May sampai kepikiran banget hingga tertidur sambil memikirkan hal itu, eh bangun-bangun dia sudah langsung punya ide soal lagu “We Will Rock You” itu. Di waktu yang hampir bersamaan, Freddie menciptakan “We Are the Champion” yang motivasinya sama yaitu untuk lebih banyak melibatkan penonton. Kebohongan yang paling “fatal” adalah ketika penciptaan lagu itu, Freddie digambarkan sudah berkumis dan berambut pendek, menunjukkan itu sudah tahun 1980an. Padahal aslinya “We Will Rock You” diciptakan pada tahun 1977 untuk album News of the World bersama dengan lagu “We Are the Champion” di mana pada tahun segitu, Freddie jelas masih gondrong, tidak berkumis tebal, dan masih pakai baju ketat-ketat yang shirtless itu, hehehe.

Dibohongi #5: Queen Tidak Pernah Benar-Benar Bubar

Di film Bohemian Rhapsody digambarkan Freddie yang rempong dan bosen plus nyebelin hingga dia meninggalkan Queen. Pendek kata, Freddie mengakibatkan Queen bubar (untuk sementara). Aslinya tidak begitu saudara-saudara! Queen tidak pernah bubar. Memang sih, di sekitar tahun 1982 mereka “taking a break” dan membuat album solo sendiri-sendiri. Yang pertama membuat album solo itu malah Roger Taylor disusul Brian May, Freddie baru menyusul setelahnya. Bahkan menurut Roger, dia kaget akhirnya Freddie ikut-ikutan membuat album solo sendiri, itupun katanya Freddie nelponin Roger terus dan minta dia datang membantunya. Akhirnya mereka semua pada balik lagi ke Queen, bahkan lebih cepat dari waktu yang direncanakan sebelumnya. Mereka memang beberapa kali taking a break gitu, tapi selalu ujung-ujungnya semua balik lagi ke Queen.

Dibohongi #6: Freddie Mengetahui Dirinya Mengidap HIV/AIDS

Tahu sih kita Bohemian Rhapsody ini mau membungkus filmnya dengan peristiwa konser Live Aid di bulan July 1985 yang spektakuler itu. Sehingga di film digambarkan Freddie melakukan cek kesehatan dan mengetahui dirinya AIDS beberapa saat sebelum Konser Live Aid, dan bahkan secara dramatis mengabarkan hal itu kepada ketiga bandmates-nya selepas latihan untuk konser Live Aid. Well, again, terlalu dramatis saudara-saudara! Aslinya Freddie baru melakukan cek itu di tahun 1987, 2 tahun setelah Live Aid, dan memberitahukan kepada ketiga bandmates-nya pada tahun 1989. Jadi sebelumnya teman-temannya tahu sih Freddie sakit, tapi tidak tahu persis sebenarnya dia sakit apa. Dan begitu ketiga bandmates-nya itu tahu, mereka semua langsung pada over protective ke Freddie gitu, so sweet ya. Freddie memberitahukan kepada publik soal penyakitnya pada 23 November 1991 dan kurang dari 24 jam kemudian, dia meninggal akibat bronchial pneumonia yang disebabkan oleh komplikasi AIDS-nya.

Dibohongi #7: Warna Mata Freddie Mercury

Warna mata Freddie Mercury adalah gelap, ya mengingat ayah dan ibunya adalah seorang Parsi dari Gujarat yang tinggal di Zanzibar dan kemudian pindah ke Inggris pada tahun 1964 karena alasan keamanan akibat Revolusi Zanzibar, di mana orang-orang Arab dan India dibunuh. Sementara warna mata Rami Malek hijau terang, jelas beda banget sama warna mata Freddie Mercury asli. Seharusnya bisa pakai contact lens sih, tapi ya mungkin hal itu tidak dianggap terlalu signifikan.

Well again, untuk kepentingan film sih sah-sah saja ya dan okay-okay saja, toh filmnya keren ini, hehehe. Aku yakin masih ada lagi sih hal-hal lain yang digambarkan di film Bohemian Rhapsody tapi tidak sesuai dengan kenyataannya. Besok-besok aku sambung lagi ya.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *