7 Hal yang Bisa Ditanyakan Ketika Kumpul-Kumpul Lebaran Selain Kapan Lulus, Kapan Nikah, Kapan Punya Anak, dan Eh Kok Gendut Banget Sih Sekarang

Bagi banyak orang (termasuk aku), salah satu hal yang bisa mengurangi indahnya suasana kumpul-kumpul lebaran bersama keluarga besar dan teman-teman lama adalah keharusan menghadapi pertanyaan-pertanyaan awkward-bingung-harus-merespon-seperti-apa semacam kapan lulus, kapan nikah, kapan punya anak, kok gendut banget sih sekarang, dan pertanyaan-pertanyaan semacam itu lainnya, yang intinya langsung menusuk-menghujam-tajam ke kehidupan kita yang paling personal dan bahkan pada taraf tertentu sudah sampai pada family/friend-shaming yang benar-benar bikin teman atau keluarga kita itu merasa tidak nyaman. Karena selain kayak langsung ditodong senjata di depan umum gitu, juga percayalah, banyak dari kita yang aslinya juga tidak tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, hehehe.

Tapi kemudian ada yang mengatakan, “terus kalau tidak boleh menanyakan hal-hal tersebut di atas, mesti nanyain apa dong pas kumpul keluarga atau teman pas lebaran, apa mesti nanyain dulu waktu SD buku pelajaran yang kamu pakai terbitan Erlangga atau Yudhistira sih?” Serius tahu ada meme yang isinya seperti itu. Ealah, ya gitu amat juga kali, emang setidak-dekat-itukah relasimu dengan keluarga atau temanmu itu atau sependek itukah kreativitas dan daya imajinasi-fantasimu sampai-sampai tidak punya bahan untuk diobrolin selain pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas atau apa penerbit dari buku pelajaran kita waktu SD? Tidak Ferguso, pilihannya tidak hanya dua itu saja.

Jadi jangan khawatir, pada tulisan kali ini, aku akan memaparkan apa saja sih hal-hal yang bisa kita tanyakan atau kita jadikan bahan obrolan ketika kumpul-kumpul lebaran selain kapan lulus, kapan nikah, kapan punya anak, dan eh kok gendut banget sih sekarang, yang dijamin akan lebih menarik, menyenangkan, dan menghangatkan bagi siapapun yang terlibat dalam percakapan, dan tentunya no judgement. Let’s check them out!

Bahan Obrolan #1: Bagaimana kabarnya, sehat-sehat saja kan?

Ini adalah sapaan standar tapi selalu menyenangkan, karena bebas judgement sekaligus menunjukkan kepedulian dan perhatian kita pada orang yang kita tanyai. Apalagi kalau sudah lama tidak bertemu, jabatan tangan erat plus menanyakan apakah kabar kita baik dan sehat dijamin akan menghangatkan suasana tanpa membuat siapapun merasa tidak nyaman.

Bahan Obrolan #2: Lagi sibuk ngapain sekarang?

Ini juga pertanyaan yang aman, bebas judgement, dan sangat terbuka. Saking terbukanya pertanyaan ini, orang yang ditanya akan merasa bebas menjawab apapun sesuai dengan keinginannya yang tentunya paling nyaman buatnya. Kalau dia senang dengan pekerjaannya, dia akan menjawab pertanyaan itu dengan menceritakan pekerjaannya, kalau dia senang dengan hobinya dia akan menjawab pertanyaan itu dengan menceritakan hobinya, kalau dia senang dengan aktivitasnya mengasuh anaknya dia akan menjawab pertanyaan itu dengan menceritakan tentang anaknya, dan seterusnya. Dijamin diapun akan bercerita dengan antusias karena menceritakan hal-hal yang disukainya. Kita juga akan jadi ikut senang mendengarkannya. Beres kan, semua senang, dan tak satupun yang akan merasa dipojokkan.

Bahan Obrolan #3: Ingat nggak waktu kita SMA dulu/waktu kita kecil dulu?

Ini adalah pertanyaan yang akan membawa kita pada obrolan panjang nan menyenangkan. Ya, nostalgia mengingat masa-masa lalu yang pernah kita habiskan bersama saudara atau teman lama kita itu. Dan biasanya hal-hal yang masih teringat kan hal-hal yang indah dan menyenangkan. Misalnya, “ingat nggak sih waktu kita bolos sekolah bareng terus dari Magelang jauh-jauh ke Jogja naik motor cuman demi bisa main timezone di Galeria”, atau “ingat nggak tante, dulu kan kita suka banget nyoba-nyoba masak terus kita pernah masak sop eh bumbunya cuman masako doang gara-gara lihat iklan masako di TV”, dan hal-hal semacam itu. Intinya nostalgia mengingat kenangan-kenangan indah dan lucu di masa lalu yang pernah dilalui bersama. Dijamin kita akan tertawa-tawa bersama dan tidak sadar sudah adzan magrib saja.

Bahan Obrolan #4: Mudik sudah ke mana saja, sudah ketemu siapa saja?

Ini juga pertanyaan yang aman dan menyenangkan serta memancing keluarga/teman kita tersebut untuk menceritakan hal-hal yang bisa memancing obrolan lebih lanjut. “Sudah ke Banjarnegara, lewat Wadaslintang, jalannya sepi, pemandangannya bagus banget lho,” atau “kemarin aku sudah ke rumahnya pakde ini dan di sana makan duren bareng-bareng, kamu ditanyain lho sama pakde,” dan seterusnya. Kebayang kan ya, terdengar menyenangkan namun tetap tidak ikut campur urusan pribadi orang kan?

Bahan Obrolan #5: Eh bagaimana kabar bapakmu/ibumu/kakakmu/adikmu/keluargamu?

Ini juga pertanyaan yang sangat baik, penuh perhatian, menyenangkan, dan tentunya bebas judgement. “Bagaimana kabar nenekmu, aku lihat fotonya di Facebook-mu, sehat dan jalan-jalan terus ya,” atau “adikmu itu sekarang sudah kelas berapa sih, ya ampun, sudah besar ya,” dan seterusnya. Maka si keluarga/teman yang ditanyai itu akan dengan panjang lebar dan sukarela menceritakan tentang keluarganya, tentu saja hanya informasi yang ingin dia ceritakan ke orang lain saja. Dia merasa senang, kita pun jadi tampak sangat perhatian dan penuh kepedulian padanya, dan lagi-lagi, bebas judgement.

Bahan Obrolan #6: Ayo, kapan-kapan main ke rumahku di Bantul, nanti aku ajak jalan-jalan!

Entah ini basa-basi atau memang betulan, bahan obrolan semacam ini akan selalu menyenangkan dan penuh kebaikan. Bisa dilakukan di akhir pembicaraan setelah hal-hal yang aku sebutkan sebelumnya. “Ayo dek, kalau pas ke Jogja, jangan lupa kabar-kabarin aku ya, sudah nyimpen nomorku kan, sempatkan mampir ke rumahku ya, nanti aku ajakin jalan-jalan, banyak tempat makan enak lho di dekat rumahku.” Terdengar sangat menyenangkan, thoughtful, dan membuat siapapun yang mendengarnya merasa nyaman dan diharapkan kan?

Bahan Obrolan #7: Jogja lagi banyak dibuka tempat wisata baru ya? Di Magelang sekarang lagi trend café-café kopi gitu ya?

Ini intinya adalah membicarakan hal-hal umum yang lagi trend sekarang yang kita tahu dekat dengan kehidupan si lawan bicara kita itu, alias lawan bicara kita pasti mengetahui topik tersebut. Bisa juga diganti dengan, “udah nonton Endgame belum, my God, sedih banget ya,” atau “kemarin di kotamu ada konser band ini ya, ya ampun aku pengen banget nonton deh”. Dijamin hal tersebut akan menjadi bahan pembicaraan yang sangat menarik di antara kita dan saudara/teman kita tersebut. Tapi pastikan dulu topik yang kita ajukan adalah hal yang menarik bagi yang bersangkutan. Dan satu lagi, jangan ngomongin soal politik apalagi pilihan presiden kemarin, bisa-bisa malah jadi berantem dan diem-dieman, hehehe.

Begitulah 7 tips dari aku, mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan. Agak telat sih memang tulisan ini muncul. Sebenarnya dari kemarin sudah ada di kepala cuman nggak sempat terus menuliskannya. Ya tidak apa-apa ya, bisa diterapkan juga di momen-momen kumpul-kumpul yang lain atau lebaran tahun depan, hehehe.

Fitri Indra Harjanti

Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *