Alternatif Lain untuk Para Netizen Selain Nyinyir

Aku perhatikan banyak netizen suka banget nyinyirin kehidupan para artis atau orang terkenal di Instagram atau media sosial lainnya. Lucunya mereka stalking tapi untuk nyinyirin, padahal kalau tidak suka kenapa mesti stalking coba, hehehe. Dan nyinyir-nyinyirannya ini mulai dari level 1 sampai level 10, sudah kayak beli ayam geprek saja deh ada level pedasnya, hahaha. Level 1 misalnya yang masih ngetawain atau becanda-candain saja, dan level 10 adalah yang sudah mencaci maki dan mendoakan yang buruk-buruk para artis/orang terkenal tersebut. Gila ya, kenal saja tidak, bisa gitu menyumpahi dengan kata-kata yang sedemikian kasar. Kalau yang ini aku beneran tidak bisa mengerti dan menerimanya, tapi banyak lho yang kayak gitu.

Biasanya sih yang dinyinyirkannya seputar, ya dia sih enak bisa tetap cakep dan anaknya terurus gitu lha wong asisten rumah tangganya saja 13, atau pagi-pagi aku masih jongkok di kamar mandi nyuci baju dia sudah sarapan di Babylonia, atau enak banget ya kehidupannya keliling dunia dan party melulu suaminya kaya sih, atau anaknya 3 tapi body masih kayak ABG gitu, atau ya ampun masalah hidup dia hanya harus memilih antara pilihan yang keren dan yang keren banget, atau hal-hal semacam itu. Intinya sih menyinyirkan betapa beruntungnya hidup mereka yang tanpa perjuangan itu, sementara kita yang sudah berjuang mati-matian masih kayak begini-begini saja hidupnya, hahaha.

Hahaha dasar netizen, kayak harus banget gitu nyinyirin hidup orang lain to make them feel good about them selves. Atau ya tidak semua begitu sih, ada juga yang untuk lucu-lucuan saja, atau sebagai bahan bergosip sama teman se-genk, daripada ngomongin teman se-genk-nya sendiri ya ngga, toh artis atau orang terkenal itu juga tidak tahu kita omongin, hihihi. Alasannya macam-macam sih ya. Walaupun sebenarnya aku yakin para netizen ini sudah tahu, kalau apa yang ditampilkan para artis/orang terkenal ini di media sosial mereka hanyalah kurang dari 3 atau 5 % saja dari keseluruhan hidupnya. Yang 95 hingga 97 %-nya kan kita tidak tahu ya.

Misalnya bagaimana mereka setiap hari ngadepin bertumpuk makanan enak tapi tidak berani menyentuhnya karena takut nambah berat badan, atau bagaimana mereka harus menjaga penampilan dari bangun tidur sampai tidur lagi supaya ketika ada yang tiba-tiba moto mereka tetap tampak cakep, atau mereka yang stres berat karena ketika berbuat kesalahan sedikit saja yang sebenarnya sangat manusiawi, orang-orang langsung heboh meributkannya, atau apapun pilihan hidupnya yang sebenarnya dia sendiri juga masih galau, media meributkannya. Belum lagi kalau yang struggle dengan masalah kesehatan mentalnya, belum lagi perjuangan mereka sampai bisa menempati posisi mereka yang sekarang, sampai bisa menjadi diri mereka yang sekarang. Itu semua kan tidak di-posting di Instastory mereka, semua perjuangan, pengorbanan, dan airmata itu.

Lha wong kita saja yang bukan artis atau orang terkenal juga memilih kok apa yang kita tampilkan di media sosial kita. Dan percayalah postingan di media sosial itu hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan kehidupan seseorang. Jadi apakah menghakimi seseorang dari yang hanya sebagian kecil yang mereka tampilkan di media sosial mereka itu adil? Hmm, I don’t think so, yes!

Kalau aku sendiri juga suka stalking Instagram beberapa artis dan orang terkenal, tapi bukan buat nyinyirin atau sok-sok membuat analisis yang apalah-apalah itu. Aku dan juga ada seorang temanku perempuan rajin stalking akun Instagram beberapa artis/orang terkenal untuk simply menyenangkan hati kita karena, oh ternyata another world is possible ya, hahaha. Senangnya ada orang (perempuan) di dunia ini yang kehidupannya sedemikian sempurna, menunjukkan bahwa hal-hal seperti itu mungkin terjadi di dunia yang ruwet ini, dan hal itu membuat kami optimis dan jadi bersemangat, serta ikut senang dengan keberuntungannya, hahaha.

Tentu, tentu kami sadar bahwa itu hanyalah apa yang dia tampilkan di Insta Story (seperti yang aku jelaskan di atas), tapi tetap, kita kan senang dibohongi. Senang dibohongi bahwa dunia yang ideal itu ada, keberuntungan yang hakiki itu ada, hahaha. Jadi aku dan temanku ini suka saling berbagi foto-foto artis tersebut melalui Whatsapp sambil berkata, “yes Mbak, another world is possible, right”. Apalagi kalau kita sedang menghadapi hari-hari yang buruk, semangat kita jadi balik lagi, karena another world is possible. Artis-artis dan orang-orang terkenal itu sudah membuktikannya melalui Insta Story mereka, hahaha. Iya kitatuh memang orangnya gitu, gampang disenengin. Sobat missqueen mah emang gitu, hahaha. Dan instead of nyinyir, kita lebih suka ikut merayakan kebahagiaan dan keberuntungan perempuan lain, hahaha.

Beberapa akun Instagram artis/orang terkenal yang aku ikuti adalah akunnya Nia Ramadhani (asli) dan akunnya Kate Middleton (bukan asli, hanya akun yang isinya foto-foto dia saja). Kurang membahagiakan apa coba melihat kehidupan mereka di Instagram, sudah beranak 3 tapi tetap langsing dan cantik seperti ABG, punya suami yang menyayangi mereka dengan setia dan romantis, dekat dengan mertua dan keluarga besarnya, punya circle alias teman-teman se-genk yang gila, heboh, dan selalu ada dan memahami mereka, punya kegiatan sosial yang bermanfaat dan bisa ikut menyumbang untuk gerakan menuju dunia yang lebih baik, fashionable, sehat, bisa mengembangkan diri dan passion-nya, punya bisnis dan pekerjaan sendiri yang menghasilkan uang sendiri (Nia), masih sempat mengantar-jemput anak sekolah, bisa keliling dunia dan mengajak para ART-nya (artinya membahagiakan orang lain kan ya), punya personality yang baik, hangat, ceria, dan penuh semangat, serta bisa menyentuh kehidupan banyak orang, dan masih seabrek hal-hal baik lainnya.

Walaupun sekali lagi, mungkin itu hanya yang ditampilkan di Instagram mereka saja, tapi bukankah kita sepantasnya ikut berbahagia dan merayakan hal-hal baik dan penuh kebahagiaan itu ya, bukannya malah menyinyirinnya apalagi mencaci-makinya. Wong hal indah, cantik, dan baik kok malah dinyinyirin lho, dasar netizen, hahaha.

Jadi hiburanku di tengah-tengah deadline yang menghimpit, rekening yang ngga gendut-gendut, perintilan yang memusingkan, segala macam konflik dalam relasi antar-manusia, copras-capres yang entah kapan berakhirnya, dan berbagai macam problema kehidupan lainnya adalah tidur-tiduran sejenak menatap layar HP dan memantengi Insta Story-nya Nia Ramadhani dan Kate Middleton sambil bergumam, see, another world is possible, hahaha.

Fitri Indra Harjanti

Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *