Apa yang Akan Terjadi Jika Kita Mengalami Kekerasan Psikis?

Masih dalam rangka peringatan 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, dan biar aku tidak menulis tentang Queen lagi dan lagi, hihihi, hari ini kita akan membahas tentang kekerasan psikis sebagai salah satu dari 5 bentuk kekerasan terhadap perempuan. 4 bentuk lainnya? You know lah, kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan sosial, dan kekerasan ekonomi.

Soal definisi baku, silakan cari di internet atau di buku ya, yang jelas kekerasan psikis adalah segala bentuk tindakan yang tidak menyenangkan, baik yang dilakukan secara verbal maupun non-verbal, yang menyebabkan ketidaknyamanan secara psikis, termasuk perasaan sakit hati, terhina, terluka, dendam, takut, khawatir, dan emosi-emosi negatif lainnya. Contohnya banyak sekali. Untuk yang verbal misalnya dihina, dikata-katai, dibentak, dan lain-lain. Untuk yang non-verbal misalnya didiamkan, dipelototi, diperlakukan dengan kasar, hingga diselingkuhi. Untuk yang agak susah dikategorikan misalnya tidak dihargai, dianggap bodoh, disepelekan, direndahkan, dibatasi perkembangan dirinya, dipaksa untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya, tidak pernah diberi kepercayaan, dibuat merasa tidak berharga, dan seterusnya, you mention deh.

Kekerasan psikis ini agak unik, karena dia bisa berdiri sendiri, sekaligus dia akan selalu ada menyertai keempat bentuk kekerasan yang lainnya. Ketika terjadi kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, dan kekerasan sosial, sudah otomatis pasti kekerasan psikis terjadi juga di dalamnya. Keunikan selanjutnya, kekerasan bentuk ini seringkali susah dikenali karena membingungkan dan susah didefinisikan, apalagi bila terjadi dalam waktu lama, plus biasanya dilakukan oleh orang-orang yang paling dekat dengan kita. Padahal dampak dari kekerasan psikis ini tidak main-main lho, dari mulai ringan hingga fatal. Sama dengan bentuk-bentuk kekerasan lainnya, dampak kekerasan psikis ini bisa jangka pendek, jangka panjang, maupun hingga seumur hidup tidak akan pernah hilang. Mari kita lihat, apa yang akan terjadi pada diri kita jika kita mengalami kekerasan psikis, apalagi jika terjadinya dalam jangka waktu lama:

#1. Kita akan mengalami stres, depresi, frustrasi, serta menurun rasa percaya diri dan rasa cinta serta rasa bangga kita pada diri kita sendiri.

#2. Kita akan mempercayai dan meyakini bahwa apa yang dikatakan/ditunjukkan oleh pelaku itu benar, bahwa diri kita memang tidak berharga dan tidak mampu.

#3. Kita akan kehilangan kemampuan untuk berpikir, bertindak, dan membuat keputusan. Pendek kata kita menjadi tidak berdaya secara perlahan-perlahan. Proses ini kadang dibarengi dengan semakin meningkatnya ketergantungan kita terhadap pelaku, dan kita menjadi semakin kehilangan diri kita. Kita jadi tidak mengenal lagi siapa diri kita.

#4. Kita akan mengalami perubahan karakter menjadi pribadi yang negatif, seperti menjadi synical, mudah marah, pesimis, tidak sensitif, tegaan, dan seterusnya.

#5. Kita akan melakukan hal yang sama pada orang lain yang lebih lemah, dan tanpa kita sadari kita sudah menjadi orang jahat; kita menjadi pelaku selanjutnya.

So gals, segeralah keluar dari situasi kekerasan for whatever it may cost. Apapun konsekuensinya, segera selamatkan diri kalian sejak kalian menemukan indikasi kekerasan psikis sekecil apapun. I know it’s no easy. It’s sooo not easy. Sehingga jangan ragu untuk mencari pertolongan dan meminta bantuan. Ingat, kekerasan psikis itu bukan masalah sepele. It’s a big f*ckin’ deal, and it’s not your fault! It’s not your fault!

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *