Belajar Bahasa Inggris dari Film dan Lagu: Cara Efektif untuk Menguasai Bahasa Inggris dengan Murah dan Menyenangkan

Jadi sejujurnya aku belum pernah belajar Bahasa Inggris secara formal, ya tentunya kecuali di sekolah waktu SMP dan SMA dulu tapi itupun dengan porsi yang sangat minimalis kan pelajaran Bahasa Inggris kita dulu di sekolah. Aku belajar Bahasa Jerman selama 7 tahun di universitas, but it’s a totally a different language yes, we’ll talk about English right now. Nah jadi walaupun aku tidak pernah belajar Bahasa Inggris secara formal dan aku pernah belajar Bahasa Jerman di universitas selama 7 tahun, tetap saja my English is much much much better than my Germans, hehehe. Bahkan sekarang salah satu pekerjaanku adalah menjadi penerjemah dan interpreter Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya, tapi kalau diminta untuk menjadi penerjemah atau intepreter untuk Bahasa Jerman, duh, nein danke deh, mending ngumpet di kolong tempat tidur karena tidak berani, hahaha, walaupun kalau baca pelan-pelan sih ya masih lumayan mudeng lah, cuman kalau listening, writing, speaking, duh malu aku, tidak pede, hehehe. Padahal kalau Bahasa Inggris mau reading, listening, writing, speaking aku pede semua.

Bagaimana bisa begitu keadaannya saudara-saudara? Aku rasa aku harus berterima kasih kepada semua lagu-lagu yang sering aku nyanyikan dan film-film yang aku tonton dari sejak aku TK atau awal SD dulu. Yes mostly aku belajar Bahasa Inggris-nya dari situ, ya vocabulary, ya grammar, ya pronunciation, ya conversation, termasuk sense of the language using, sebagian besar belajarnya dari film dan lagu. Salah satunya adalah Queen, aku sudah sering menceritakan ya kalau aku sudah selalu mendengarkan lagu-lagu mereka sejak kelas 3 SD, dan mendengarkannya pun sangat intensif. Termasuk tentu saja mencari lirik-lirik lagunya, biasanya kan ada tuh di kasetnya, hehehe. Kalau tidak ada, biasanya aku cari di majalah. Dulu bahkan dijual semacam buku/majalah kecil khusus berisi lirik-lirik lagu gitu, ada yang berdasarkan penyanyinya ada yang random. Terus aku akan mulai menyanyikannya sambil membaca liriknya hingga lama kelamaan aku hapal di luar kepala. Karena menyanyikannya sambil mendengarkan suara penyanyinya, jadi pengucapannya pasti benar dong, hehehe. Believe me, it’s the most fun way somebody can think of to learn the pronunciation.

Selanjutnya setelah hapal liriknya, masa tidak penasaran artinya apa, penasaran dong pastinya. Buka-buka kamus deh setelah itu. Setiap ada kata baru yang tidak tahu artinya langsung dicari di kamus. Yes, it’s the most fun way somebody can think of to learn the vocabulary. Ingat banget aku dulu waktu kecil mencari-cari arti dari lirik lagu Killer Queen. Terus membatin, ooh ini maksudnya begini, terus tergambar deh di imajinasiku seperti apa sosok Killer Queen yang digambarkan dalam lagu itu, hehehe. Tidak hanya Queen saja, karena dulu sewaktu SD dan SMP aku adalah anak nongkrong MTV, haha, maka hal yang sama juga aku berlakukan untuk musik-musik dari musisi-musisi yang lain. Kebiasaan itu berlanjut hingga sekarang. Walaupun tanpa menuliskan lirik-lirik lagu itu di buku diary atau loose leaf yang unyu-unyu kayak zaman dulu, hehehe. Sekarang lirik lagu kan tinggal sekali klik saja di mesin pencari sudah langsung keluar.

Selain melalui lagu, aku juga belajar Bahasa Inggris melalui film-film yang aku tonton. Jadi aku selalu mewajibkan diriku untuk menonton film dengan subtitle Bahasa Inggris, ya kecuali di bioskop ya, kan kita tidak bisa memilih subtitle-nya kalau di bioskop, kecuali kalau lagi nonton film Indonesia, biasanya kalau ada subtitle-nya, pasti pakai subtitle Bahasa Inggris. Sudah lama sekali sepertinya aku memberlakukan aturan ini, sejak kuliah kayaknya, setelah memiliki komputer dan kemudian laptop sendiri dan bisa nonton di kosan dan memilih subtitle-nya sendiri. Apalagi aku adalah tipe orang yang suka mengulang-ngulang film atau serial yang aku suka seribu juta kali, hehehe. Bagaimana tidak kemudian aku jadi sangat paham artinya, sudah audio-nya Bahasa Inggris, subtitle-nya Bahasa Inggris, plus seperti dalam lirik lagu tadi, setiap ada satu kata yang aku tidak tahu artinya aku akan langsung cari artinya di kamus. Atau kalau dalam film sih seringnya kita tidak perlu mencari di kamus kita sudah bisa menebak arti kata itu, kan ada konteksnya dan ada gambarnya, jadi gampang kita menebak artinya apa tanpa membuka kamus. Di film kita juga bisa belajar menangkap sense of the language using dari suatu kata atau kalimat, cocoknya diucapkan dalam situasi seperti apa dan dengan gestur yang seperti apa mengucapkannya. Ini penting sekali lho, karena kalau belajar Bahasa Inggris di sekolahan atau di buku kadang kita sering tidak terbayang, dalam situasi dan konteks seperti apa kita cocok mengucapkan kata atau kalimat tersebut, nah penggambaran audio visual melalui film akan sangat membantu hal ini.

Beberapa serial yang aku tonton seribu juta kali di antaranya Sex and the City, Ally Mc. Beal, Friends, dan Grey’s Anatomy. Jadi ya maklum kalau Bahasa Inggris-ku yang lebih berkembang adalah yang terkait soal lifestyle, kasus dan persidangan, friendship, dan seputar dunia kedokteran dan bedah medis, hahaha, kan nontonnya serial tentang hal itu. Film-film juga, kalau ada film yang aku suka, biasanya aku akan nonton lebih dari satu kali, sehingga benar-benar bisa memahami dan mendalami maknanya. Tapi yang jelas, baik English language movies or non-English language movies, aturannya sama, always use English subtitle. Well if you want to follow my path in learning English through music and movies, hehehe.

Belajar Bahasa Inggris melalui film dan lagu ini tidak terasa seperti belajar, karena it’s so much fun and entertaining, dan tentu saja tidak perlu mengeluarkan budget khusus, karena it’s just something we usually do in the daily basis. Dan tanpa kita sadari tahu-tahu kita sudah bisa Bahasa Inggris aja gitu. Tahu-tahu ketika mendengar orang ngomong Bahasa Inggris kita mudeng, membaca teks Bahasa Inggris kita mengerti, dan bahkan kita pun bisa dan pede berbicara dalam Bahasa Inggris. I know that we shouldn’t believe everything we read in the internet, but for just this one thing, please do try it at home, hehehe.  

Fitri Indra Harjanti

Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *