Cerita Enam Infinity Stones yang Memicu Infinity War di Jagat Semesta Marvel

Six Infinity Stones alias enam batu tak terbatas yang diinginkan Thanos hingga memicu perang tak terbatas (Infinity War) di film ke-19 Marvel Cinematic Universe (MCU) Avengers – Infinity War ini sebenarnya sudah diceritakan di film-film MCU sebelumnya, ya kecuali Soul Stone. Tapi mengingat ke-18 film sebelumnya itu diputar dalam jangka waktu 10 tahun terakhir (sejak 2008), jadi mungkin sudah banyak yang lupa atau ga ngeh ya. Maka dari itu, hari ini aku akan berbaik hati mengingatkannya kembali. Bukan karena ingatanku sebagus itu, tapi karena aku baru saja menonton ulang semuanya secara berurutan, hehehe. Okay, let’s just start.

Space Stone

Alias batu ruang. Batu berwarna biru yang memiliki kekuatan untuk menguasai ruang. Pemegangnya dapat membuka gerbang dari satu tempat ke tempat lainnya di seluruh jagat semesta Marvel. Space stone tersimpan di dalam sebuah kubus bernama Tesseract. Pertama kali muncul adalah di film Captain America – The First Avenger di mana batu tersebut dikuasai oleh HYDRA. Selanjutnya space stone terlihat di beberapa film MCU selanjutnya seperti ketika diperebutkan di film Avengers 1. Lokasi terakhir batu ini adalah tersimpan aman di Asgard, sebelum diambil oleh Loki di akhir film Thor Ragnarok. Merupakan batu kedua yang berhasil direbut oleh Thanos dari tangan Loki sebelum membunuhnya.

Power Stone

Alias batu kekuatan. Pemegang batu berwarna ungu ini akan memiliki kekuatan/energi yang sangat besar yang bahkan dapat menghancurkan seluruh planet. Selain itu batu ini juga akan memperkuat kekuatan kelima infinity stones yang lain. Power stone tersimpan di dalam sebuah bola besi bernama Orb. Pertama kali muncul pada film Guardian of The Galaxy dan diperebutkan oleh para guardians hingga akhirnya setelah mereka tahu kekuatan (sekaligus bahaya) dari batu ini, mereka menyerahkannya kepada Nova Corps di Xandar agar lebih aman. Starlord pernah memegang batu ini with his bare hand dan membuatnya menyadari kalau dia bukan manusia biasa. Merupakan batu pertama yang berhasil direbut oleh Thanos setelah dia menghancurkan Xandar.

Mind Stone

Alias batu pikiran. Pemegang batu berwarna kuning ini akan bisa mengendalikan pikiran seluruh makhluk yang ada di jagat semesta Marvel. Mind stone awalnya tersimpan di ujung tombak (scepter) Loki dan pertama kali terlihat di film Avengers 1 di mana Loki mengontrol pikiran orang-orang menggunakan batu tersebut. Setelah berhasil direbut oleh para avengers, batu tersebut disimpan di kepala Vision, sebuah makhluk android yang memiliki Artifical Intelligence di film Avengers Age of Ultron. Merupakan batu terakhir yang berhasil direbut oleh Thanos di Wakanda setelah dia menghidupkan kembali Vision dan membunuhnya lagi setelah mendapatkan batunya.

Reality Stone

Alias batu kenyataan. Batu berwarna merah ini akan memberikan kekuatan kepada pemegangnya untuk memanipulasi kenyataan. Reality stone tersimpan dalam sebuah cairan berwarna merah bernama Aether. Pertama kali muncul di film Thor – The Dark World, ketika Jane Foster secara tidak sengaja menemukannya di sebuah tempat ketika seluruh jagat di semesta Marvel sedang berada dalam posisi sejajar (terjadi 5.000 tahun sekali). Hal itu membuat Jane diburu oleh Dark Elves yang dipimpin oleh Malekith hingga membuat Frigga ibunda Thor terbunuh. Karena tidak ingin ada 2 infinity stones berada berdekatan di Asgard (yang sudah memiliki space stone), reality stone kemudian diserahkan kepada The Collector di Knowhere. Merupakan batu ketiga yang berhasil direbut oleh Thanos setelah Starlord and the gengs gagal mencegahnya mengambil batu itu di Knowhere.

Time Stone

Alias batu waktu. Pemegang batu berwarna hijau ini akan memiliki kekuatan untuk memanipulasi waktu. Tersimpan dengan aman di The Eye of Agamotto yang dipakai sebagai liontin kalung oleh dr. Strange. Pertama kali muncul di film dr. Strange dan pernah digunakan untuk membolak-balikkan waktu ketika dr. Strange melawan Dormammu. Merupakan batu kelima yang berhasil direbut oleh Thanos setelah end-battle habis-habisan di Planet Titan. Dr. Strange memberikan batu ini kepada Thanos untuk menukarkannya dengan nyawa Tony Stark.

Soul Stone

Alias batu jiwa. Batu berwarna oranye ini memiliki kekuatan untuk menguasai dan mengendalikan jiwa seseorang baik yang masih hidup atau sudah mati. Batu ini belum pernah diceritakan sebelumnya dan baru terlihat pertama kali di film Avengers – Infinity War. Gamora adalah satu-satunya yang mengetahui bahwa batu ini tersimpan di Vormir. Dia akhirnya rela mengantarkan Thanos untuk mendapatkan batu ini demi menyelamatkan nyawa adiknya Nebula. Untuk mendapatkan batu ini, kita harus menukarkannya dengan orang yang paling kita cintai, karena jiwa harus ditukar dengan jiwa. Thanos menukarkan Gamora, putri yang sangat dicintainya, demi mendapatkan batu jiwa ini. Merupakan batu keempat yang berhasil didapatkan oleh Thanos.

Para fans Marvel garis keras pun ada yang sedikit maksa mengatakan bahwa nama THANOS adalah akronim dari keberadaan keenam batu tersebut, yaitu T untuk Tesseract, H untuk Heart, A untuk Aether, N untuk Necklace, O untuk Orb, dan S untuk Scepter. Untuk yang H Heart memang maksa banget sih, mungkin maksudnya itu tersimpan di hatinya Gamora. Yang jelas sebelum Infinity War, para fans menebak-nebak apakah H itu Heimdall, Hawkeye, Hydra, Hammer (Mjolnir), bahkan ada yang menebak Helicopter, haduuuhh.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

2 tanggapan untuk “Cerita Enam Infinity Stones yang Memicu Infinity War di Jagat Semesta Marvel

  • Maret 4, 2019 pada 7:49 am
    Permalink

    Wah, aku suka sama penjelasannya, hihi. Secara aku juga penggemar MCU. Good job!!! Buat review2 film Marvel atau DC juga dong, hihi. Semangat!!!

    Balas
    • Maret 4, 2019 pada 8:45 am
      Permalink

      Terima kasih Tiara komentarnya. Ada sih beberapa review film Marvel dan DC, besok kami posting deh. Ditunggu ya… 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *