DR. STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS: LATAR BELAKANG DAN ULASANNYA (FULL OF MAJOR SPOILER)

Karena sudah lebih dari 2 minggu diputar di bioskop, kayaknya ngga apa-apa deh kalau aku bikin review film Dr. Strange in the Multiverse of Madness (DSMOM), meskipun begitu aku akan memberikan peringatan berulang bahwa review ini akan dipenuhi dengan major spoiler alias spoiler inti cerita/adegannya. Jadi yang belum nonton, kusarankan untuk ngga usah baca tulisan ini lebih lanjut ya, karena aku paham banget, spoiler akan mengurangi kenikmatan dan keseruan menonton hingga 50 % lebih, apalagi untuk film-film model Marvel Cinematic Universe ini.

First of all, untuk bisa sepenuhnya menikmati film ini, paling tidak kita mesti sudah menonton serial WandaVision dan film Dr. Strange yang pertama, ya walaupun kalau belum nonton juga masih tetap bisa menikmati sih, cuman jadi ahistoris saja dan bakalan bingung, kok bisa gitu sih kok bisa gini sih, walaupun garis besar isi serial WandaVision dan film Dr. Strange 1 ada sih dijelaskan sedikit-sedikit dalam dialog-dialog DSMOM ini.

Nah aku akan sedikit tulis ya, latar belakang yang diperlukan untuk menonton film DSMOM ini, yang ada di film-film sebelumnya. Please check it out!

Jadi pertama, masih ingat kan di serial WandaVision, Wanda menciptakan bubble reality alias percabangan realitas sesuai dengan keinginannya sendiri, di mana dia lives happily ever after bersama sang pujaan hati Vision di sebuah kota kecil bernama Westview dengan suasana kota kecil yang adem ayem dan tetangga-tetangga yang baik hati dan kehidupan yang fun dan lucu ala-ala sitcom. Nah di serial ini, diceritakan Wanda dan Vision memiliki anak kembar laki-laki bernama Billy dan Tommy. Dan karena Billy dan Tommy ini hanya ciptaan sihir Wanda belaka maka hamilnya pun cuman sehari, dan dalam beberapa hari saja mereka sudah berusia 10 tahun. Namanya saja ngga real ya, aku juga kalau ngayal suka ngga masuk akal gitu kok, hehehe.

Nah pada akhirnya Wanda sadar kan bahwa yang dilakukannya itu salah dan menyakiti banyak orang. Akhirnya dia pun melepaskan semua sihirnya termasuk orang-orang yang dikendalikan oleh sihirnya ataupun khayalan-khayalan yang diciptakannya melalui sihirnya, termasuk Vision dan 2 anak kembarnya. Wanda juga sekaligus mendapatkan kitab terkutuk the Darkhold dari seorang penyihir jahat bernama Agatha Harkness (yang menyamar menjadi tetangganya) yang sekalian juga sudah Wanda ambil kekuatannya. Hal itu menjadikan Wanda menguasai apa yang disebut chaos magic dan membuatnya menjelma menjadi Scarlet Witch, yang bahkan penyihir yang sudah hidup ribuan tahun seperti Agatha Harkness pun tadinya menyangka kalau Scarlet Witch itu hanya mitos belaka dan tidak benar-benar ada, eh ternyata ada. Apalagi setelah itu Wanda mempelajari kitab sihir jahat The Darkhold, semakin membuat kekuatannya berlipat ganda saja.

Jadi ketika melihat Wanda Maximoff di DSMOM ini jangan bayangkan kalian melihat gadis lugu dari Sokovia di film Avengers Age of Ultron ya, yang bahkan Captain America di Civil War saja menyebut dia sebagai “she’s just a child”. Oh no no no, a lot of things are going on since then yang membuat Wanda sudah totally different, dia sudah menjadi Scarlet Witch yang tak terkalahkan.

Background kedua adalah mengenai dr. Strange sendiri. Di film dr. Strange 1, Stephen Strange berseteru dengan Karl Mordo, orang yang pertama kali membawa dia ke Kamar Taj, yang akhirnya berseberangan dengan Strange karena tidak suka Strange melanggar peraturan, tepatnya melanggar hukum alam (mempermainkan time loop) dalam upayanya mengalahkan Dormammu. Mordo juga tidak suka karena Ancient One, guru mereka ternyata mengambil kekuatan sihir jahat the Dark Dimension walaupun tujuannya baik. Mordo pun akhirnya meninggalkan Kamar Taj/Sanctum Sanctorum.

Mungkin Mordo ini tipe orang yang lurus-lurus saja. Tidak seperti dr. Strange yang tidak segan-segan melanggar peraturan atau hukum demi kebaikan bersama atau demi mencapai tujuan yang lebih besar yang kerusakannya paling sedikit. Makanya dia tidak segan-segan memberikan time stone kepada Thanos (keputusan kontroversial itu juga kemudian dipertanyakan oleh beberapa orang di DSMOM), atau masih ingat kan film sebelumnya, Spiderman: No Way Home, di mana dr. Strange mau saja merapal mantra terlarang hanya untuk membantu Peter Parker menyelesaikan permasalahan remaja sepele ingin kuliah di kampus yang diinginkan.

Selain itu di film dr. Strange yang pertama ini juga diceritakan soal hubungan Stephen Strange dengan Christine Palmer rekan kerjanya sesama dokter bedah ketika Strange masih bekerja di rumah sakit. Mereka saling mencintai, tapi Strange terlalu bodoh, arogan, ambisius, dan ribet mikirnya sehingga tidak bisa mengekspresikan cintanya pada Christine yang sudah cukup sabar terus mencintai dan mendampinginya. Christine pernah memberinya sebuah jam tangan yang terus Strange bawa ke manapun dia berada sebagai tanda bahwa dia terus menjaga dan menyimpan baik-baik perasaannya pada Christine.

Ada satu lagi background yang kurasa perlu kusebutkan di sini, yaitu soal multiverse itu sendiri. Multiverse pertama kali diperkenalkan di serial Loki di mana diceritakan Loki ditangkap oleh sebuah otoritas bernama TVA (Time Variant Authority) karena telah melanggar hukum alam dengan melakukan perjalanan menembus waktu (time travelling), padahal bukan dia saja yang melakukannya, Avengers juga, hehehe, tapi ada alasannya kenapa Avengers tidak ditangkap TVA. Di serial ini kita juga mulai diperkenalkan adanya variant alias diri kita yang berasal dari universe lain.

Jadi di jagat multiverse ini ada banyak sekali universe-universe, nah universe yang diceritakan di timeline utama MCU itu namanya universe 616. Selain universe 616 masih ada banyak lagi universe yang lain.

Nah di setiap universe itu akan ada versi diri kita yang lain yang dinamakan variant, wajahnya bisa sama dengan kita, bisa juga beda. Di serial Loki kita bisa melihat banyak sekali variant Loki, bahkan ada yang bentuknya alligator segala, wkwkwkwk. Namun satu hal yang penting, semua variant kita ini, selain memiliki sifat dan latar belakang kehidupan yang sama dengan kita, catatan garis takdirnya atau cerita hidupnya secara garis besar itu sama. Misalnya seluruh variant Loki itu ya sifatnya kayak Loki yang tricky, over percaya diri, charming, full of style, dan tak segan-segan menusuk dari belakang. Semua Loki dari setiap universe juga merupakan anaknya Laufey dan memiliki kakak angkat Thor serta memiliki kekuatan yang berkaitan dengan sihir. Pokoknya takdir secara garis besarnya sama. Kalau sampai ada variant yang nyalah-nyalahin takdir alias kabur atau mengubah takdir yang seharusnya, maka dia akan menciptakan apa yang disebut dengan Nexus Event, dan akan segera diketahui, ditangkap, dan kemudian dihukum oleh TVA tadi.

Astaga baru background-nya saja sudah sepanjang ini, belum masuk ke filmnya, wkwkwkwk. Baik, ayo kita masuk ke filmnya. Jadi ngga bisa panjang-panjang nih ulasan soal filmnya. Ngga apa-apalah biar spoiler filmnya ngga terlalu banyak dan kalian tetap penasaran nonton, karena aku lebih banyak mengulas soal konteks latar belakangnya, hehehe.

Dalam DSMOM ini diperkenalkan tokoh baru di MCU bernama America Chavez, seorang remaja perempuan berusia 14 tahun yang memiliki kekuatan membuka gerbang multiverse (gerbang antar-universe). Uniknya America ini tidak mempunyai variant alias cuman ada satu saja di seantero multiverse. Nah masalahnya, dia ini belum bisa mengendalikan kekuatannya itu. Jadi kekuatannya baru akan muncul dengan sendirinya ketika dia ketakutan. Ketika dia ketakutan maka gerbang multiverse akan terbuka.

Wanda yang sudah belajar kitab jahat the Darkhold melihat ternyata di universe lain, anak-anaknya, Billy dan Tommy, benar-benar ada. Dia memimpikannya setiap malam. Jadi mimpi itu adalah koneksi kita dengan diri kita di universe yang lain ya. Pantas saja ketika menciptakan Billy dan Tommy dengan sihirnya di Westview wajahnya bisa sama dengan Billy dan Tommy yang ada betulan di dunia nyata, karena Wanda pernah melihat wajah anak-anaknya (dari universe lain) ini di mimpinya.

Mengetahui hal itu, Wanda ingin sekali bisa pindah ke universe lain agar bisa hidup bersama kedua anak kembarnya itu. Makanya dia ingin sekali mengambil kekuatan America Chavez agar dia bisa melakukan perjalanan antar-universe menemui anak-anaknya, dan hidup bersama dengan anak-anaknya. That is all she ever wants. Dr. Strange dan juga Wong (yang sekarang menjadi Sorcerer Supreme) sebagai penjaga semesta ini dari gangguan-gangguan supranatural tentu tidak akan membiarkan niat jahat Wanda (yang kuku-kukunya sudah menghitam akibat mempelajari the Darkhold) untuk mengobrak-abrik atau mengacaukan multiverse tersebut.

Dalam sebuah pertarungan dengan Wanda, dr. Strange bersama dengan America Chavez terlempar ke universe lain (universe 838) di mana di universe tersebut variant dr. Strange-nya sudah meninggal, Mordo menjadi Sorcerer Supreme pemimpin Sanctum Sanctorum, project Ultron berhasil, dan kumpulan superheronya bukan bernama Avengers yang dibentuk oleh SHIELD melainkan bernama Illuminati. Uniknya lagi di universe ini, bukan Steve Rogers yang menjadi Captain Amerika the first Avenger melainkan Peggy Carter, dan bukan Carol Danvers yang menjadi Captain Marvel melainkan Maria Rambeau. Tommy dan Billy juga ada di universe ini yang merupakan anak dari variant Wanda. Kemungkinan bukan anaknya Wanda dari Vision karena di universe ini kan project Ultron berhasil sehingga kemungkinan besar Vision tidak diciptakan oleh Tony Stark.

Ketika di universe ini juga, Stephen Strange menjadi tahu bahwa perjalanan antar-universe seperti yang dilakukannya bersama America Chavez itu berbahaya karena bisa menyebabkan apa yang disebut incursion di mana batas antara dua universe menjadi kabur sehingga dua universe tersebut menjadi bertubrukan dan menghancurkan salah satu atau keduanya. Strange juga bertemu dengan variant Christine dari universe 838 ini.

Wanda kemudian melakukan dreamwalk (sebuah proses merasuki tubuh variant kita dari universe lain dan mengendalikannya sesuai dengan keinginan kita) dan mengobrak-abrik universe 838 ini. Profesor Charles Xavier sebagai pemimpin Illuminati menyuruh Strange untuk mendapatkan Book of Vishanti sebuah kitab kebaikan yang akan bisa digunakan untuk mengalahkan sihir jahat manapun termasuk the Darkhold. Dalam upayanya menemukan Book of Vishanti dan menghadapi Wanda, Strange juga sempat terlempat ke universe yang lain di mana dia juga bertemu dengan dirinya yang lain lagi.

Strange juga akhirnya sempat mengutarakan perasaannya pada Christine (meskipun bukan Christine 616 tetapi variant-nya) dengan kalimat yang bikin banyak orang meleleh, yaitu “I love you in every universe”. Sementara itu aku ketika melihat adegan Strange mengatakan hal itu, langsung dalam hati menjawab sinis, “yes but you also mess it up in every universe,” wkwkwkwk, dasar, “all Strange are the same,” seperti kata Christine, wkwkwk.

Jadi setidaknya kita bisa melihat 4 variant dr. Strange dalam DSMOM ini, yaitu dr. Strange yang sudah kita kenal (dari universe 616), Defender Strange, Supreme Strange, dan Sinister Strange. Dan semua Strange ini screw it up hubungannya dengan Christine, wkwkwkwk. Mungkin itu yang dinamakan tidak jodoh ya, ada saja halangannya. Jadi buat kalian-kalian yang merasa sudah cinta setengah mati tapi ada saja halangannya, mending sudahlah mundur saja, karena itu namanya tidak jodoh, jangan dipaksakan, lho kok jadi ke situ, wkwkwk.

Jadi bagaimana dr. Strange – dr. Strange ini bisa menyelesaikan segala madness alias keruwetan dalam multiverse? Tonton saja sendiri ya. Yang jelas mengingat karakter dr. Strange yang tidak pernah segan-segan melanggar peraturan (untuk tujuan yang lebih besar) meskipun tahu konsekuensi yang harus dia tanggung berat sekali, kira-kira kita tidak akan kaget lah ya dengan cara yang dia tempuh untuk menyelamatkan multiverse. Konsekuensi pikir nanti saja di film selanjutnya, wkwkwk, kurang lebih begitu ya.

Lalu, apa yang bisa membuat Wanda akhirnya menerima bahwa di universe-nya anak-anaknya itu tidak nyata. Bahwa anak-anaknya yang ada di universe lain itu bukan anak-anaknya (melainkan anak-anak dari variant-nya) dan bahwa mereka sudah cukup dicintai oleh variant Wanda-nya di masing-masing universe, dan bahwa itu saja bisa cukup baginya (seperti yang dikatakan oleh Wong)? Lihat sendiri saja ya filmnya.

Yang jelas, aku yang menurutku cukup punya imajinasi yang tinggi saja, sedih banget ngelihat Wanda dan rasanya pengen banget bilang ke dia, “Wanda ada cara lain lho yang lebih simple untuk punya anak dibanding ngobrak-abrik seantero multiverse,” hehehe. Apalagi nih ada dr. Strange cakep yang baru patah hati ditinggal kawin Christine dan ternyata kalau tidur di Sanctum Sanctorum ngga pakai baju (aku pas lihat adegan ini di awal langsung berbisik, “things just got out of hand,” wkwkwkwk). Hahaha apaan sih jadi ke mana-mana.

Sudah panjang banget ya, udahan dulu ya reviewnya. Kalau ada hal yang mau ditanyakan atau didiskusikan boleh lho di kolom komentar, hehehe. Rating aku untuk film dr. Strange in the Multiverse of Madness ini 9/10 yes!

Fitri Indra Harjanti

WhatsApp Image 2019 01 01 at 22.38.08 | DR. STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS: LATAR BELAKANG DAN ULASANNYA (FULL OF MAJOR SPOILER)
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *