HEHA SKY VIEW: Jalan-Jalan, Foto-Foto, Sambil Lihat Jogja dari Langit

Kali ini aku ingin membuat review destinasi wisata yang lumayan happening sejak beberapa bulan yang lalu di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi review tempat wisata ini hanya berdasarkan laporan pandangan mata saja ya, cerita pengalamanku mengunjunginya sebentar kemarin sore karena selak udan, hihihi. Kalau mau informasi-informasi yang lebih teknis, aku rasa di internet banyak kok.

Jadi, tanpa direncanakan sama sekali (biasanya kan memang gitu ya kalau direncanakan tidak jadi kalau tidak direncanakan malah jadi), kemarin sore sehabis ada urusan di Pleret, tiba-tiba aku dan suamiku tercetus ide, “ke Heha Sky View yuk, penasaran kayak apa”. Bayangan kami sebelumnya Heha View Sky ini adalah restoran atau café di daerah Patuk di mana kita akan disuguhi pemandangan kota Jogja dari atas bukit, ya seperti warung-warung di sepanjang jalan Patuk ke arah Wonosari itu yes, yang khasnya adalah menjual jagung bakar, Indomie telur, dan kopi sachetan. Hanya saja itu versi ter-update-nya gitu, mungkin versi seri 4.0.-nya kali ya, hehehe. Terus apakah asumsi awalku itu benar adanya? Wait a minute, sabar dong, akan dijelaskan di bawah, hehehe.

Heha Sky View ini letaknya di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Tidak jauh dari warung-warung sepanjang jalan Patuk – Wonosari yang kusebutkan tadi. Hanya saja dari situ naik/ke timur sedikit, nanti ketemu Polsek Patuk sebelum Alfamart, nah kan ada belokan ke selatan tuh, besar kok jalannya. Ikuti saja jalan itu, nanti tidak begitu jauh, lokasinya ada di sebelah kanan jalan dengan parkiran maha besar untuk bis-bis pariwisata yang terletak di seberangnya alias di kiri jalannya.

IMG 20200227 174521 | HEHA SKY VIEW: Jalan-Jalan, Foto-Foto, Sambil Lihat Jogja dari Langit
Melihat Kota Jogja dari atas langit di Heha Sky View.

Memang, memang kalau dari Pleret rutenya sudah dekat tuh, tinggal ke arah Piyungan, keluar Jalan Wonosari pas Kids Fun, terus naik dikit sampai deh Patuk, gampang kan. Tapi tidak segampang itu Jose Armando, karena kami orangnya non-mainstream dan berprinsip kalau ada yang susah dan rempong ngapain cari yang mudah, hihihi, kami tidak mengambil jalan itu tentu saja. Instead, kami balik ke jalan Imogiri Timur, ke selatan ke arah Makam Imogiri, kemudian naik bukit ke arah Dlingo. Sesampainya di Hutan Pinus Dlingo baru kami naik turun keluar masuk hutan dan ketemu beberapa hutan pinus lainnya, masuk ke desa-desa yang jalannya sempit dan banyak lubang, begitu terus ke arah Patuk, dan sampailah kami di Heha Sky View dari arah selatan, hahaha.

Sesampainya di sana sekitar pukul 16.15 WIB, dan ternyata itu adalah waktu yang sangat pas mengunjungi tempat tersebut karena sudah tidak panas lagi. Dan apakah sebenarnya Heha Sky View ini? Restoran/café yang menawarkan pemandangan dari atas langit seperti yang ada dalam bayanganku sebelumnya kah? Well, not so much! Di sepanjang jalan itu memang banyak restoran/café yang seperti yang kukatakan itu, sebelumnya aku juga pernah nongkrong 2 atau 3 kali di salah satu café di daerah situ untuk ngopi-ngopi, makan jagung bakar, sambil ngelihatin Jogja dari atas.

Tapi yang Heha Sky View tawarkan sedikit lebih dari itu. Ini tidak hanya sekedar restoran atau café, tapi lebih semacam amusement park gitu kali ya. Satu kompleks luas yang bahkan terdiri dari beberapa trap yang dihubungkan dengan tangga di mana kita bisa berjalan-jalan mengitari kompleks tersebut naik turun di sepanjang taman-taman yang indah penuh lampu dan bunga-bunga, sambil tentu saja dengan tetap menyaksikan pemandangan Kota Jogja dari atas langit, sesuai dengan namanya lah ya, Sky View.

IMG 20200227 171208 421 | HEHA SKY VIEW: Jalan-Jalan, Foto-Foto, Sambil Lihat Jogja dari Langit
Restoran ada, tapi tidak hanya itu saja yang ditawarkan oleh Heha Sky View.

Yes, restoran memang ada, namun tidak hanya restoran saja, di sepanjang taman-taman indah penuh bunga dan lampu-lampu itu juga banyak booth-booth makanan dan minuman ringan dan juga bangku-bangku dan meja untuk kita duduk-duduk santai. Sangat mengingatkan aku pada konsep Ciwalk alias Cihampelas Walk di Bandung sana, yang kita bisa kayak berjalan-jalan di satu kompleks kota gitu. Hanya saja ini lebih di tengah alam terbuka dan tidak ada mall-nya.

Selain booth-booth makanan/minuman dan bangku-bangku, tempat ini juga tentu saja—seperti semua tempat destinasi wisata kekinian lainnya—menawarkan spot-spot foto yang Instagramable. Dari mulai yang unyu-unyu ala Korea-Koreanan, pemandangan sky view dari atas, kolam-kolam dengan desain yang menarik, taman bunga yang indah dengan lampu-lampu dan tokoh-tokoh Avengers yang dimasukkan dalam kurungan burung (yang ini sumpah I don’t know why, hahaha), hingga spot yang sok-sok alami tapi artifisial seperti kita pura-pura berada di dalam balon udara yang tengah mengangkasa (oh My God) atau kita pura-pura berfoto bersama burung-burung cantik di alam liar (dan yang terakhir ini aku mencobanya dong, hihihi, please don’t bully me).

IMG 20200227 171535 768 | HEHA SKY VIEW: Jalan-Jalan, Foto-Foto, Sambil Lihat Jogja dari Langit
Salah satu spot foto Instagramable yang ada di Heha Sky View.

Tapi thanks God spot-spot foto yang kusebutkan tadi tidak dilengkapi dengan kata-kata alay, ngenes, dan ambyar seperti yang ada di hampir semua tempat wisata kekinian lainnya. Seperti “halalin aku dong”, “jomblo ngenes”, atau “kenangan mantan terindah” thanks God itu tidak ada, walaupun ada sih satu tulisan dalam Bahasa Inggris kurang lebih bunyinya gini, “let them know you have fun”, hahaha, what the…, hihihi.

Apalagi ya yang belum aku sebutkan? Oh iya ada kolam untuk terapi ikan, ada kolam renang kecil dengan bunga lotus besar palsu di tengahnya, ada payung-payung warna-warni yang diikat di atas di sepanjang jalan masuk, ada teko-teko penyiram bunga berwarna kuning yang diikat-ikat di pagar besi, dan ada toko oleh-oleh yang menjual berbagai makanan oleh-oleh khas DIY, kalung-kalung dan gelang-gelang ethnic, serta baju-baju dan celana-celana batik.

Menurutku sih selain hal-hal artifisial dan mainstream yang kusebutkan di atas, overall tempat ini, the whole area, the whole athmospheres and views, dan suasananya asyik banget buat nongkrong dan ngobrol-ngobrol sambil ngemil. Kalau restorannya aku kurang tahu enak atau tidak dan apa menunya, soalnya kemarin ngga sempat nyobain. Kalau cemilan-cemilannya sih ada kayak empek-empek, bakso, pisang krispi, sosis, kopi, bubble tea, dan lain-lain, semacam itu lah, kebayang kan ya.

IMG 20200227 171844 546 | HEHA SKY VIEW: Jalan-Jalan, Foto-Foto, Sambil Lihat Jogja dari Langit
Payung warna-warni yang diikat di atas di depan pintu masuk Heha Sky View.

Di sepanjang area juga terdengar musik yang diputar melalui pengeras suara yang akan menemani ngobrol cantik kita sambil ngopi dan ngelihatin Kota Jogja dari atas langit. Kemarin sore sih sepanjang aku di sana selama hampir 2 jam, musik yang diputar musik-musik hits tahun 1990an dan 2000an awal seperti Red Hot Chilli Peppers dan Bon Jovi, thanks God lah ya, hehehe. Oh ya satu lagi, karena tempat ini masih baru, jadi semuanya masih tampak bagus, bersih, dan fresh gitu, jauh dari kesan kumuh, pokoknya fresh. Lampu-lampunya masih bagus, taman dan hiasan-hiasannya masih bagus dan baru, catnya masih bright, booth-booth-nya masih bersih, kamar mandinya modern dan bersih, pokoknya semuanya masih terlihat brand new lah. Semoga tetap bisa dipertahankan seperti itu yes.

Terus karena tempat ini bukan café atau restoran saja tapi lebih ke amusement park, jadi ada tiket masuknya, yaitu 15.000 per orang. Itu tiket untuk memasuki kawasan itu saja. Selebihnya kalau mau mengakses wahana-wahana yang lain seperti terapi ikan, foto bersama burung-burung, dan lain-lain itu bayar lagi. Dan juga makan dan minum di restoran atau booth-boothnya ya tentu saja bayar lagi Bambang, hehehe. Kecuali kalau mau sangu kopi pakai tmbler sendiri, hihihi. Plus kalau motor itu bayar parkir 3.000, tapi tempat parkirnya luas dan mudah.

Overall kataku sih Heha Sky View ini asyik dan worth it untuk dikunjungi, apalagi ramai-ramai!

Fitri Indra Harjanti

WhatsApp Image 2019 01 01 at 22.38.08 | HEHA SKY VIEW: Jalan-Jalan, Foto-Foto, Sambil Lihat Jogja dari Langit
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *