How to Make Fettucine Alfredo in Your Own Home Kitchen

Fettucine Alfredo, mungkin ini adalah satu dari sedikit (kalau tidak bisa dibilang satu-satunya) western food yang bisa aku masak dengan baik dan benar sesuai dengan aturan, hehehe. Aku mendapatkan ilmu memasak Fettucine Alfredo ini dari seorang chef beneran, teman suamiku, yang memang bekerja di luar negeri memasak menu-menu Italia. Pas dia kebetulan pulang dan berkunjung ke kontrakanku pada waktu itu, segeralah aku memaksanya untuk mengajari aku membuat Fettucine Alfredo di dapurku yang super sempit pada saat itu. Pokoknya tidak menyia-nyiakan kesempatan banget lah. Dan kenapa aku terus ingat bagaimana cara membuatnya, karena semenjak saat itu aku sering sekali memasakkan makanan ini untuk teman-temanku tercinta di dapur-dapur mereka yang tak kalah sempitnya, hehehe. Jadi kalau kamu mengaku temanku tapi aku belum pernah memasakkan Fettucine Alfredo ini di dapurmu, then maybe I am not loving you enough yet, hehehe, engga ding, becanda ketang.

Mari kita mulai dengan menyiapkan bahan-bahannya. Semua bahannya bisa kamu dapatkan di S*perindo atau Alf*midi atau supermarket lain yang segede itu atau lebih gede. Kalau di adik-adik mereka Ind*mart dan Alf*mart ada beberapa bahan yang tidak ada. Di pasar tradisional juga, kita cuman bisa dapat sayurannya doang, tapi bahan-bahan khusus yang kebarat-baratannya tidak ada. Okay, bahan pertama, tentu saja pasta. Nah untuk masakan ini aku selalu pakai fettucine, karena umumnya Fettucine Alfredo ini ya pakai fettucine, ga pernah gitu aku nemu Spaghetti Alfredo atau Penne Alfredo atau Macaroni Alfredo, pasti fettucine. Tapi kalau kamu ngeyel mau pakai jenis pasta yang lain, ya monggo saja, toh pasta rasanya sama-sama aja kan ya, bentuknya doang yang beda, hehehe. Aku juga tidak tahu kok kenapa bumbu alfredo ini harus selalu dengan fettucine. Bahan selanjutnya adalah cooking cream, butter (kalau bisa elle n fine ya), susu cair plain, keju cheddar (boleh ditambah keju parmesan, keju mozzarella, atau keju-keju yang lain untuk mendampingi si cheddar ini), tepung terigu, ayam, salami (daging asap tipis), jamur champignon, wortel, daun bawang, seledri, bawang Bombay, bawang putih, salt and pepper, dan oregano (yang terakhir ini ga ada juga ga apa-apa, kecil ini, cuman taburan). Kalian pasti udah mulai kesel dengan koki yang sangat selo dan ga jelas ini, hehehe.

Bahan sudah tersedia semua? Mari kita mulai masak. Waktu yang dibutuhkan hanya kurang dari 30 menit saja, praktis kan. Bisa disambi dengerin musik-musik favoritmu. Kalau bisa lagu-lagu berbahasa Italia lah seperti Bella Ciao biar tambah semangat dan tambah menghayati gitu masaknya. Nah hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat kaldu. Kaldu asli ya, tolong, ga ada kamusnya tuh pakai kaldu instan. Karena kaldu asli ini akan sangat berpengaruh dalam citarasanya nanti, percayalah! Cara membuat kaldu sederhana saja, rebus ayam, bawang putih, bawang Bombay, wortel, daun bawang, seledri, salt and pepper selama kira-kira 10 hingga 15 menit, setelah itu saring kaldunya. Ayamnya boleh disimpan, bahan lainnya silakan dibuang karena kandungannya sudah terserap dalam kaldunya, iya kan. Sementara tadi kita merebus kaldu, siapkan bahan-bahan yang lain sebagai berikut. Iris salami tipis-tipis dan cincang jamur champignon-nya. Ayam yang tadi sudah ditiriskan juga silakan disuwir-suwir ya. Setelah itu rebus fettucine sampai al dente. Apa itu al dente? Kayaknya hanya orang Italia yang tahu parameternya deh, hehehe, kalau aku sih yang penting tidak kematengan dan tidak terlalu mentah saja, nah itu al dente, all right? Fettucine yang sudah al dente dan ditiriskan jangan lupa dikasih butter sedikit ya biar tidak kraket-kraket, alah, bahasa apa lagi ini.

Nah selanjutnya adalah bagian yang sangat Italiano banget yes, membuat veloute. Caranya adalah dengan merebus air kaldu + cooking cream + susu cair plain + parutan keju-keju yang kamu punya + salt and pepper. Sementara itu, ingat salami dan jamur champignon yang sudah dicincang tadi kan? Tumislah dengan menggunakan butter sampai setengah matang dan masukkan ke dalam veloute tadi, juga ayam rebus yang sudah disuwir-suwir. Kan kita mau bikin “Fettucine Alfredo with Mushroom, Smooked Beef, And Chicken”. Nah setelah dicampur dengan semua bahan-bahan itu namanya berubah jadi béchamel, gitu sih katanya, hehe. Lalu kita akan memasuki bagian yang paling sulit dan menentukan dari seluruh proses yang cihuy ini, yaitu mengentalkan béchamel-nya. Ini harus hati-hati dan pas banget kalau tidak mau Fettucine Alfredo-nya dibilang gagal. Walaupun kataku sih gagal ya tetap enak-enak aja, kan semua bahannya enak, jadi what can be worst sih? Hihihi. Karena ini Fettucine Alfredo maka mengentalkannya adalah dengan menggunakan tepung, kalau Fettucine Carbonara mengentalkannya pakai telur, di situlah bedanya saudara-saudara, berdasarkan informasi yang aku dapat. Caranya adalah dengan memanaskan butter dan tepung terigu dengan perbandingan satu banding satu dan jangan sampai kematengan/gosong. Setelah kental dengan pas, masukkan ke dalam béchamel. Kalau masih kurang kental, tambahkan lagi, begitu sampai kekentalannya dirasa cukup. Setelah itu aduk-aduk béchamel tersebut dan koreksi rasanya kalau-kalau kurang asin atau kurang banyak, haha. Jangan lupa tambahkan oregano di sini.

Tahap terakhir adalah cincang bawang Bombay dan tumis bawang Bombay cincang tersebut dengan menggunakan butter. Kemudian masukkan fettucine al dente dan béchamel-nya tadi ke dalam tumisan bawang Bombay cincang. Aduk-aduk sebentar. Tuang ke dalam piring. Tambahkan keju cheddar parut dan/atau keju mozzarella di atasnya. Beri sedikit garnish kalau punya biar tampilannya indah. Dan, Fettucine Alfredo with Mushroom, Smoked Beef, and Chicken siap disantap. Jangan lupa untuk menikmatinya bersama orang-orang tercinta dengan ditemani secangkir cappuccino, berbatang-batang rokok, dan setumpuk obrolan ngalor-ngidul yang ga jelas juntrungannya, biar Italiano banget, hehehe.

Fitri Indra Harjanti

Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *