“I’m In Love with My Car”: What Are You Exactly Doing with That Car, Roger?

Sudah lama aku tidak menulis tentang review lagu-lagunya Queen. So, today I will write about it again, yay, hehehe. Kali ini aku akan me-review salah satu lagu Queen yang cukup terkenal yang diciptakan dan dinyanyikan oleh sang drummer yang paling ganteng dan keren, the one and only, Roger Meddows Taylor! Yes, “I’m In Love with My Car” adalah salah satu lagu Queen yang diciptakan oleh Roger Taylor, di samping beberapa hits terkenal seperti Radio Gaga, Under Pressure, These Are The Days of Our Life, dan masih banyak lagi. Salah satu hal yang bikin Queen ini makin keren adalah keempat personelnya semuanya menulis lagi, dan lagu-lagu hits mereka pun merata diciptakan oleh keempatnya. Jadi tidak hanya bertumpu pada seorang song writer saja.

Lagu “I’m In Love with My Car” yang berada di album “A Night At The Opera” bareng “Bohemian Rhapsody” dan “Love of My Life” ini cukup unik. Kalau ingat film biopik Bohemian Rhapsody, lagu ini sempat dibahas di film ketika mereka sedang dalam proses rekaman album tersebut. Dijadikan bahan olok-olokan sih tepatnya, hehehe. Ketika the boys sedang sarapan dan ngopi bareng pagi-pagi, Brian dan Deaky mengolok-olok lagu “I’m In Love with My Car” ini. “I’m in love with my car, seriously?” begitu kalau tidak salah kata Brian. “What are you exactly doing with that car, Roger” demikian sambung Deaky sambil tertawa-tawa. Roger marah dan melempari teman-temannya dengan makanan dan barang-barang yang ada di dapur. “Not the coffee machine!!!” teriak teman-temannya ketika Roger siap melempar mesin pembuat kopi. Remember that cute scene kan ya? Hahaha!

Yes, adegan-adegan itu benar adanya. Brian menganggap lagu ini hanyalah joke belaka. Brian, Freddie, dan Deaky pun tidak mau memasukkan lagu itu ke dalam album “A Night At The Opera”. Tapi Roger yang sangat suka dan bangga dengan lagu itu memaksa agar lagu itu dimasukkan ke dalam album tersebut, bahkan dia mau lagu itu diletakkan di Side B yang pas bagian yang persis berkebalikan dengan lagu Bohemian Rhapsody di Side A-nya (kalau yang waktu kecil sempat mendengarkan lagu pakai kaset pasti tahu maksudku, hehehe). Makanya kalau ingat adegan lain di film Bohemian Rhapsody pas penyiar radio mau memutar album baru tersebut di radio, dia bilang “Uuh I’m in love with my car”, terus Freddie bilang, “bukan, baliknya, side A”, hahaha.

Namun ada kejadian paling dramatis yang malah tidak diangkat di film ini. Roger terus memaksa agar lagu ini dimasukkan di dalam album “A Night At The Opera”, bahkan dia sampai mengunci dirinya di dalam lemari sampai Freddie setuju lagu ini dimasukkan di album ini di side B yang berkebalikan dengan Bohemian Rhapsody. Hahaha, lucu banget ga sih. Mengunci diri di dalam lemari, what a drama queen, and super cute in the same time, hehehe. Akhirnya Freddie dan yang lain pun setuju menuruti kemauannya. Siapa sih yang tega ngelihat drummer se-cute dan se-unyu itu terlalu lama berada di dalam lemari hanya karena ingin lagunya dimasukkan ke dalam album, hahaha itu sih gue yak. Paling dalam hati Freddie membatin, “lihat saja 15 tahun kemudian aku akan membalasmu dengan membuat lagu tentang kucingku dan kamu akan aku paksa untuk setuju memasukkannya dalam album kita dengan alasan aku lagi sakit”. Hahaha, yang terakhir ini imajinasiku saja sih mengingat situasi yang sama juga terjadi dengan lagu Delilah-nya Freddie 15 tahun kemudian.

Baiklah, lagu ini akhirnya masuk ke dalam album dan cukup diterima bahkan punya penggemar sendiri. Lagu ini dinyanyikan sepenuhnya oleh Roger Taylor dengan suaranya yang nge-rock itu (dia tidak hanya drummer tapi vokalis juga lho) sambil tentu saja tetap bermain drum. Brian May mengiringinya dengan gitarnya, Deaky dengan bass-nya, dan Freddie? Di lagu ini Freddie bermain piano dan menjadi backing vokal, keren ya. Jadi lagu ini selalu dinyanyikan oleh Roger Taylor sebagai lead vocal, baik di rekaman maupun di konser. Memang tidak semua lagu-lagu Queen, lead-vocalnya Freddie Mercury, walaupun sebagian besar iya. Namun beberapa lagu yang juga terkenal itu lead-vocalnya Roger Taylor atau Brian May. Hanya John Deacon saja yang tidak pernah menjadi lead vocal karena mengaku tidak bisa bernyanyi, tapi kadang dia masih mau menjadi backing vocal. Setiap kali konser dan giliran mereka akan menyanyikan lagu ini, Freddie langsung duduk di bangku pianonya, dan kamera semua mengarah ke Roger yang bermain drum sambil bernyanyi dengan ekspresi yang cute tapi penuh semangat, hehehe.

Lirik lagu ini juga absurd-absurd gimana gitu, benar-benar menceritakan tentang mobilnya, hahaha. Misalnya lirik ini nih, “the machine of a dream, such a clean machine, with the pistons a pumpin’, and the hubcaps all gleam, when I’m holding your wheel, all I hear is your gear”. Hahaha pengen ketawa ga sih, that cute man is literally singing about his car. Apalagi yang pas bagian ini nih, “told my girl I’ll have to forget her, rather buy me a new carburator”, oh my God, hahaha. Terus reff-nya begini, “I’m in love with my car, gotta feel for my automobile, I’m in love with my car, string back gloves in my automolove”, hehehe. Tapi kalau menurutku sih lagu ini bagus kok, mungkin karena aku sudah terlanjur teracuni bahwa lagu-lagu Queen itu bagus semua, dan karena digarap dengan benar-benar serius seperti lagu-lagu Queen yang lain, atau karena ya memang bagus saja, hehehe. Review-review yang muncul dari para kritikus musik pada saat itu juga bagus, misalnya ada yang bilang bahwa lagu itu “one of the greatest and most passionate love songs I’ve heard during the last thirty plus years”. Ada juga yang bilang lagu ini, “solid, hard hitting rocker from Taylor,” terus “the music lives up to the macho tone of the lyrics by matching up verses that swagger in a midtempo hard rock style”. Pendek kata, congratulation Taylor! Penerimaan terhadap lagu ini bagus. Bahkan pada tahun 2016, lagu ini dipakai sebagai soundtrack iklan mobil Jaguar lho, keren ya, hehehe.

Roger Taylor memang keren dengan rambut pirangnya, mata birunya, dan penampilannya yang selalu keren ala-ala bad boy dengan koleksi kacamata gayanya itu. Pernah di satu konser ketika Roger menyanyikan lagu “I’m In Love with My Car” ini dia lupa liriknya, hahaha kok bisa, dan Freddie pun langsung menyelamatkannya dengan mengambil alih lead-vocal-nya, what a teamwork. Satu hal lagi tentang Roger Taylor, ingat ga sih dia di video klip “I Want to Break Free” sebagai Rogerina, so pretty and beautiful, even prettier and much more beautiful than any of us, hahaha. Membuat baik cowok-cowok maupun cewek-cewek yang melihat video klip itu jadi meragukan kembali orientasi seksualnya, hahaha, pengen ketawa aku. Banyak cerita menarik di balik lagu-lagu Queen maupun kisah personal personil-personilnya, and I do really enjoy writing about that. So I will surely write about that again and again next times, hehehe.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *