Kalau Bermimpi, Mintalah yang Jelek-Jelek

Kalau Bermimpi, Mintalah yang Jelek-Jelek
Kalau bermimpi, mintalah yang jelek-jelek.
Jadi ketika bangun, kamu bahagia.
Karena itu cuma mimpi

Love Myself
Aku pernah memalukan diriku sendiri.
Aku pernah memohon sampai tersedak-sedak.
Itu sangat merendahkan diriku.
Aku melakukannya karena aku terlalu mencintai “seseorang”.
Namun tidak mencintai diriku sendiri.
Sekarang saatnya aku mencintai diriku sendiri.
Love myself.


Bersandiwara agar terlihat baik-baik saja.
Ternyata sangat menyedihkan.

Swear
Tuhan.
Jika aku diizinkan mencintai seseorang lagi.
Aku ingin seseorang itu selalu ada disampingku dan menggenggamku,
dalam kondisi dan situasi apapun.
Meskipun itu kondisiku yang terburuk.

Kembali
Jika kembali.
Aku mohon kembalikan kami dengan kondisi yang lebih baik.

Masih
Aku tidak menangis.
Aku sudah ikhlas.
Buktinya aku bisa menjalani hari-hariku dengan baik.
Tapi kenapa masih terasa sesak?

APA?
Bibirku sudah ikhlas.
Hatiku belum.
Padahal sudah selesai.
Lalu ada apa?

Tapi Bohong
Bertahan untuk tidak terlihat rapuh.
Malahan aku semakin rapuh.
Bertahan untuk tetap tersenyum.
Malahan hatiku menangis.
Bertahan untuk baik-baik saja.
Malahan air mataku menetes.
Bertahan untuk tidak lagi memohon.
Malahan aku bersujud tiap sepertiga malam.
Aku sudah oke.
Tapi bohong.

ILERan
Bantalnya sudah membentuk pulau-pulau.
Ditanya ibu.
Kamu sering ileran ya?
Hahaha.
Iya.
Tapi airnya keluar dari mata. 

Pisaunya Tajam
Kenapa?
Kok bisa?
Kayaknya baik-baik saja.
Kalian cocok banget.
Sampai kapan kalian menusuk pisau di perut sebelah kiriku?

HAHAHA
Kalian kenapa?
Nggak apa-apa kok.
Kalian baik-baik saja kan?
Iyaaa dong.
Kalian putus?
Hahahahahaha.
Nggak lah (dalam hati “nggak salah lagi”).

Kalau Dikasih
Jika aku dikasih kesempatan untuk mencintainya lagi.
Aku berjanji akan menjaganya.
Dan memperbaiki semuanya.
Aku tidak berjanji dengan dia.
Tapi dengan-Nya.

Ritual
Tarik nafas dalam-dalam.
Hembuskan…
Tarik nafas dalam-dalam.
Hembuskan…
Tarik nafas dalam sedalam-dalamnya.
Hembuskan…
(Ritual sebelum bertemu dengan dia ketika akan latihan bersama.)

Kotak Sampah
Mau aku jungkir balik.
Mau aku menangis tak berkesudahan.
Mau aku nggak makan sampai mati.
Mau aku tulis surat atau kata-kata galau seperti saat ini.
Aku yakin tidak akan mengubah keinginannya.
Sebenarnya ini cuma-cuma dan sia-sia.
Tapi aku butuh kotak sampah.

Ikhlaskan
Tidak semua hal di dunia ini bisa dipaksakan.
Maka ikhlaskan.

Dulu Tipu-Tipu
Dulu kamu berjanji untuk tetap merangkulku dalam kondisi apapun.
Dan aku tertipu.
Aku lupa kalau kita masih kanak-kanak.

Semangat
Terima kasih.
Karena sakit ini.
Aku bersemangat untuk hidup.

Aku nggak
Kemarin kita sepakat.
Kita?
Kamu saja.
Kemarin kamu memaksaku untuk bilang iya tanpa ada pilihan lain.

Ingusan
Dewasa dong!!!
Kamu pikir yang kamu minta itu mencerminkan sikap dewasa?
Kamu pikir jalan untuk “selesai” itu dewasa?
Kamu pikir dewasa itu hanya tentang menerima “kesudahan” ini?
Aku pikir kamu lebih ingusan dibanding anak umur 3 tahun.
Coba dibersihkan dulu ingusnya.

Tanpa Hati
Kalau ingat kamu.
Hatiku sesak.
Bisakah aku hidup tanpa hati?

Ayu Permata Sari

Ayu Permata Sari

Hobi menari sejak kecil membawa saya ke jalan seni. Hingga sekarang mantap memilih seni sebagai jalan hidup, sebagai koreografer tari dan juga penari. Hobi menciptakan karya, tetapi duit tidak ada. Alhasil perbanyak teman, agar ketika berkarya bisa banyak yang menolong. Bonusnya, ketika sedang terluka banyak yang menyemangati.

Latest posts by Ayu Permata Sari (see all)

Bagikan:

Ayu Permata Sari

Hobi menari sejak kecil membawa saya ke jalan seni. Hingga sekarang mantap memilih seni sebagai jalan hidup, sebagai koreografer tari dan juga penari. Hobi menciptakan karya, tetapi duit tidak ada. Alhasil perbanyak teman, agar ketika berkarya bisa banyak yang menolong. Bonusnya, ketika sedang terluka banyak yang menyemangati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *