Ketika Sebuah Hubungan Percintaan Berakhir: Wasting Time or Lessons Learned?

Ketika sebuah hubungan percintaan berakhir, apalagi yang sudah dibangun lama dan sudah banyak investasi kita tanamkan di situ (seperti waktu, rencana, impian, pemahaman, komitmen, dan lain-lain), pasti bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan di beberapa kasus bisa jadi sangat berat dan devastating. Mungkin akan membuat kita tidak bisa meninggalkan tempat tidur kita selama berhari-hari, menangis sampai rasanya air mata sudah habis, menjadi obsesif dengan terus membicarakannya dengan teman-teman kita selama 24/7, atau mendengarkan lagu-lagu mellow all day and night, dan seterusnya, you mention deh, yang sudah punya pengalaman, hehehe.

Seringkali dalam masa-masa seperti itu, kita akan berpikir bahwa kita sudah membuang-buang waktu kita selama setahun, dua tahun, lima tahun, atau sepuluh tahun membangun sebuah hubungan bersama si mantan, yang sebenarnya waktu-waktu itu bisa kita manfaatkan untuk melakukan hal yang lain seperti lebih berfokus mengejar impian atau cita-cita kita, lebih banyak melakukan hobi dan hal-hal lain yang kita sukai, lebih banyak tepe-tepe dengan cowok-cowok ganteng yang berseliweran, atau bahkan membayangkan cowok-cowok keren yang sudah kita “lewatkan” gara-gara kita terikat status “in relationship” dengan si mantan. Terus tiba-tiba, semua investasi yang sudah kita keluarkan itu hancur berantakan aja gitu, tidak ada hasilnya dan bekasnya, eh ada ding bekasnya, sakit hati yang tidak berkesudahan, hahaha. Jadi ketika sebuah hubungan percintaan berakhir, buang-buang waktukah kita? Sia-siakah seluruh energi dan investasi yang sudah kita keluarkan? Percumakah semua itu?

Aku sama sekali bukan relationship-expert ya, apalagi love-expert! Tapi bisa aku katakan dengan tegas di sini, no darling, not at all! Kamu sama sekali tidak membuang-buang waktumu! Karena dalam setiap relationship yang gagal, pasti akan selalu ada lessons learned alias pembelajaran yang kamu dapatkan untuk relationship-relationship-mu yang selanjutnya, atau bahkan lebih luas lagi, untuk kehidupanmu selamanya. Setiap relationship yang berantakan akan membuat kamu menjadi satu tingkat lebih baik dan lebih baik lagi dari dirimu yang sebelumnya. Akan membuat hidupmu menjadi semakin baik dibanding sebelumnya. Masa iya sih? Iya, tahu! Percaya saja deh, walaupun rasanya masih sulit dibayangkan. Makanya tidak usah dibayangkan, cukup dipercaya saja, hehehe. Kenapa bisa begitu, berikut penjelasannya:

Penjelasan #1: Relationship yang gagal akan membuat kita jadi lebih mengenal diri kita.

Tentu saja, karena dari hubungan yang gagal itu, kita akan jadi lebih mengetahui apa yang kita inginkan dan apa yang tidak kita inginkan, hal-hal apa saja yang kita masih bisa kompromi dan yang sudah non-negotiable, juga membuat kita menyadari bahwa kita terlalu berharga untuk membiarkan hanya satu orang saja menghancurkan hidup kita.

Penjelasan #2: Relationship yang gagal akan membuat kita tidak membabi buta lagi dalam mencintai seseorang.

Setelah merasakan pengalaman yang membuat hati kita hancur berkeping-keping dan mengganggu keseimbangan sistem kehidupan kita, ke depannya kita akan semakin menyadari bahwa dalam hidup ini tidak hanya ada satu jenis cinta romantic/erotic love kepada pasangan kita saja. Tetapi masih ada jenis-jenis cinta yang lain (platonic love) yang juga memberikan kenyamanan, keamanan, serta kebahagiaan yang sama, misalnya cinta pada sahabat/teman kita, cinta pada keluarga kita, cinta pada pekerjaan kita, cinta pada passion kita, cinta pada kucing kita, bahkan cinta pada keindahan seni dan budaya hasil karya manusia. Sehingga perspektif kita mengenai cinta pun akan jauh lebih luas, dan di kemudian hari ketika kita merasakan lagi cinta romantic/erotic pada lawan jenis kita, kita akan lebih santai saja, tidak terlalu membabi buta. Hey cool boy, you’re just one of many loves in my life, hehehe.

Penjelasan #3: Relationship yang gagal akan membuka kesempatan-kesempatan baik dalam hidup kita yang sebelumnya tidak kelihatan.

Ketika masih in relationship dengan pasangan kita, seringkali hidup kita isinya hanya dia saja, atau paling tidak dia selalu ada dalam segala aspek kehidupan kita, termasuk menjadi prioritas/pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidup kita. Hal itu membuat banyak sekali kesempatan yang ada di depan mata kita akhirnya kita lewatkan begitu saja. Nah setelah dia tidak ada lagi dalam kehidupan kita, kita bisa enteng saja untuk memutuskan, misalnya, mengambil beasiswa ke luar negeri, menerima pekerjaan baru di luar kota atau luar pulau, travelling backpacker-an sendiran, mengecat rambut kita dengan 5 warna, mencoba hobi baru atau hal-hal baru yang menantang yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terpikirkan, dan masih banyak lagi.

Penjelasan #4: Relationship yang gagal akan memberi kita peluang untuk me-restart diri kita dan me-refresh semuanya dari awal.

Kadang kita sering berpikir kalau hidup kita begitu-begitu saja, membosankan, dan tidak seperti yang kita bayangkan di masa kecil kita. Nah berakhirnya sebuah hubungan bisa menjadi momen yang sangat pas untuk kita me-restart diri kita sendiri dan me-refresh semuanya dari awal. Kita bisa menjadi orang yang benar-benar baru dengan kepribadian yang baru (yang lebih positif tentunya), dengan cara pandang yang baru, dengan attitude yang baru, dan dengan penampilan yang baru yang bahkan totally different dari sebelumnya. Hal-hal semacam itu akan sulit kita lakukan ketika kita masih in relationship dengan seseorang karena pasangan kita bisa jadi akan memandang aneh atau bahkan tidak setuju.

Penjelasan #5: Relationship yang gagal akan memberi kita kesempatan untuk mendapatkan laki-laki lain yang selama ini hanya ada dalam khayalan kita.

Bisa jadi sudah lama kita penasaran, gimana sih rasanya pacaran dengan bule, atau dengan anak band, atau dengan laki-laki feminis, atau dengan cowok yang lebih muda, atau dengan laki-laki Sulawesi, atau dengan aktor teater, atau dengan cowok yang selera musiknya sama dengan kita, atau dengan you mention deh. Setiap orang akan punya versinya masing-masing. Dan dulu ketika kita masih in relationship dengan pasangan kita, kita sudah melupakan semua rasa penasaran itu dan menerima pasangan kita apa adanya karena kita mencintainya. Nah ketika sudah tidak in relationship dengan siapa-siapa, saatnya mengejar keinginan itu dan memuaskan rasa penasaran kita, ya ga, kapan lagi coba?

So, jangan bersedih terlalu lama karena hubungan percintaanmu yang telah berakhir girls, tapi justru berbahagia dan bersukacitalah untuk menyambut perjalanan hidupmu selanjutnya yang jauh lebih baik.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *