“Lily Curly’s Stories”: 3 Seri Children Pictorial Book tentang Lily, Seorang Gadis Kecil yang Baik, Lincah, Pemberani, Kreatif, dan Penyayang

Okay, di review buku kali ini, aku akan menulis buku tentang, ada yang bisa menebak, no? Aku akan me-review tentang buku karanganku sendiri, hihihi. Curang ya, it’s like, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sekalian menulis sekalian promosi juga, belum lagi hidden agenda-nya show off show off dikit gitu, hush, itu ga boleh tahu, ga baik, hahaha.

Jadi 3 seri buku cerita anak bergambar Lily Curly ini aku bikin pada tahun 2009, bersama dengan suamiku yang pada waktu itu masih berstatus pacar. Aku sebagai penulis dan dia sebagai ilustratornya. Ini adalah buku kami yang ke-4, 5, dan 6. Sebelumnya kami sudah berkolaborasi membuat 3 buku cerita anak bergambar dan setelahnya pun masih ada sekitar 8 buku cerita anak bergambar lainnya yang diterbitkan oleh beberapa penerbit yang berbeda. Seperti lagunya The Doors banget ga sih, “We Could Be So Good Together”, hehehe. Untuk seri Lily Curly ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius tahun 2010, sudah lama banget ya, tapi sampai sekarang aku masih menerima royalty-nya lho.

Karena ini buku bikinanku sendiri, jadi ga mungkin banget kan ya aku bilang bagus bingiiitzz dan kata-kata pujian lainnya, kan gimana gitu ya, hahaha. Okay jadi di review kali ini aku akan menceritakan tentang bukunya saja ya, tanpa ada penilaian apapun. Seri Lily Curly yang merupakan bilingual books Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ini menceritakan tentang Lily, seorang gadis berusia 7 tahun yang baik, lincah, pemberani, kreatif, penyayang, dan selalu penuh semangat. Buku dengan sasaran anak usia TK hingga SD ini menggunakan kalimat sederhana yang pendek-pendek sehingga mudah dipahami oleh anak-anak baik ketika membacanya sendiri maupun ketika dibacakan oleh orang lain. Ketiga seri buku ini menceritakan pengalaman sehari-hari Lily dengan sudut pandang khas anak berusia 7 tahun yang polos dan penuh kebaikan, namun sekaligus kreatif dan penuh kejutan. Aku sih pengennya tetap ada pesan kebaikan yang disampaikan melalui buku ini, tapi tidak model hitam-putih ala-ala sinetron gitu, hihihi. Walaupun sasarannya untuk anak-anak, namun tetap pesannya disampaikan secara smooth dan realistis. Dan tidak ada anak yang nakal/jahat di kisah Lily Curly ini, semuanya baik. Memang kan tidak ada anak yang nakal/jahat, kalau orang dewasa banyak, hehehe.

Seri 1 yang berjudul “Lily Curly and Her Mommy’s Magic Ribbons” menceritakan tentang kegalauan hati Lily akibat tidak pede dengan rambut keritingnya. Dia pun mengasosiasikan rambutnya dengan benda-benda yang dia lihat sehari-hari seperti brokoli dan bulu domba, hehehe. Namun situasi berubah 180 derajat, Lily menjadi pede dan bangga dengan rambut keritingnya setelah Mamanya memberikan sebuah benda yang ajaib. Apakah itu, harus baca sendiri lah, masa spoiler, hahaha.

Seri 2 berjudul “Lily Curly and Aunty’s Wonderful Handkerchief” dan menceritakan tentang Joe teman Lily yang hidungnya meler karena pilek dan dijauhi teman-temannya karena takut ketularan. Pada waktu itu memang sedang musim hujan. Lily pun akhirnya terkena pilek juga dan mengalami nasib yang sama dengan Joe, dijauhi teman-temannya. Sampai Tante Amy, tantenya Lily memberikan sebuah benda cantik yang menyelesaikan permasalahan Lily dan Joe, dan mereka pun bisa bermain bersama lagi dengan teman-temannya. No spoiler juga ya ini, hehehe.

Seri 3 kisah Lily Curly berjudul “Lily Curly and Miss Rosa’s Fabulous Pin”, menceritakan tentang keseharian Lily di sekolah dengan teman-temannya yang bermacam-macam dan unik, namun semuanya keren. Namun tiba-tiba ada Donny, murid baru yang memanggil Lily dan teman-temannya dengan panggilan yang menyebalkan seperti si gendut, si muka burung hantu, si kepala alpukat, si rambut brokoli, dan lain-lain. Miss Rosa, guru mereka pun mempunyai ide untuk menyelesaikan permasalahan murid-muridnya ini, karena sebenarnya Donny tidak berniat jahat, dia hanya belum hapal saja nama teman-teman barunya. Solusi keren apa yang diberikan oleh Miss Rosa? Jelas harus baca sendiri lah, masih konsisten no spoiler nih, hahaha.

Nah sekarang kita tiba pada bagian promosi terselubungnya (terselubung gimana, orang terang-terangan gini, hahaha). Karena buku ini terbitnya sudah 8 tahun yang lalu, maka Anda sudah tidak akan bisa menemukannya di toko buku kesayangan Anda. Jadi bagaimana dong cara mendapatkannya? Harus ke toko buku yang dimiliki penerbitnya, yaitu P.T. Kanisius di Deresan, Yogyakarta, hahaha. Atau ada solusi lain, Anda bisa membeli melalui saya, dengan bonus tanda tangan dan kata-kata mutiara dari saya selaku penulis dan suami saya selaku ilustrator di cover dalam bukunya nanti, hahaha. Penting banget ya, penting dong, hihihi. Oh ya harganya Rp 30.000, – per buku belum termasuk ongkos kirim. Dapatkan segera Seri Kisah Lily Curly ini untuk anak Anda, ponakan Anda, anak teman Anda, anak tetangga Anda, atau untuk Anda sendiri, why not, hehehe.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *