MS. MARVEL SERIES: SUPERHERO MUSLIM PERTAMA DI MARVEL CINEMATIC UNIVERSE (SPOILER ALERT)

Sebenarnya aku nonton semua serialnya Marvel yang masuk MCU di Disney+ ya, tapi setiap mau bikin review-nya kelupaan melulu karena kan harus nunggu selesai semua episodenya dulu kan ya. Rata-rata serial Marvel di Disney+ episodenya sampai 6, kecuali WandaVision dan What If, tapi dua series tersebut meskipun jumlah episodenya lebih banyak tetapi durasi setiap episodenya lebih pendek, sekitar 30 menit saja bukan 45 menitan seperti yang lain.

Baik, sekarang aku ingin bikin review series terbarunya Marvel yang baru saja menyelesaikan episode keenamnya alias episode terakhirnya hari Rabu tanggal 13 Juli kemarin. Yaps apa lagi kalau bukan Ms. Marvel series. Mungkin review kali ini akan penuh spoiler, jadi yang belum nonton dan merasa spoiler bisa mengurangi kenikmatan menonton, skip saja ya, jangan lanjut baca tulisan ini.

Ms. Marvel ini adalah serial yang aku sangat related banget dengan semua yang digambarkan di sana. Bagaimana tidak, serial ini berpusat pada tokoh sentralnya Kamala Khan, generasi kedua dari keluarga imigran Pakistan yang hidup bersama komunitas muslimnya di New Jersey, Amerika Serikat. Generasi kedua artinya Kamala ini sudah dilahirkan di New Jersey ya, orangtuanya lah, Yusuf dan Muneeba Khan, yang dulu pindah ke Amerika Serikat demi mencari penghidupan yang lebih baik. Kamala juga punya seorang kakak laki-laki bernama Aamir.

Menurutku, penggambaran komunitas muslim Kamala di New Jersey ini bagus banget. Mereka memiliki hubungan yang dekat dan hangat, dengan masjid sebagai sentralnya. Relasi khas komunitas muslim Asia-nya tergambar dengan sangat pas di sini. Mereka saling mengenal secara personal, anak-anak atau remaja memanggil para orang tua dengan sebutan uncle dan aunty, yang menganggap anak-anak itu anak mereka juga, para bapak-bapak saling mengobrol dan saling mendukung, para ibu-ibu kalau saling bertemu sudah langsung sibuk berbagi cerita sana-sini (baca: gosip) yang didominasi dengan membicarakan urusan rumah tangga atau jodoh orang hahaha, Kamala menyebutnya sebagai illumi-aunties, wkwkwk. Para remaja/anak-anak pun dekat satu sama lain. Apalagi kalau sedang ada perayaan seperti lebaran atau ada pernikahan, mereka semua pun berkumpul dan tentunya makan-makan sambil saling mengobrol hangat. Kita di Indonesia, terutama yang masih tinggal di kampung atau di kota kecil, tentu sangat familiar ya dengan situasi seperti itu.

Relate yang kedua adalah soal cara hidup Islam yang masih sangat mereka jaga. Seperti sholat berjamaah di masjid dilanjutkan dengan khutbah, tak lupa sandal/sepatu yang sering hilang dicuri di masjid dan air kran untuk berwudhu yang sering mati, wkwkwk. Mereka menyebut masjid pun tetap dengan masjid, bukan mosque. Imam masjid yang orangnya adem dan bijaksana. No alkohol-alkohol at any kind at all. Orangtua Kamala yang khawatir kalau baju anaknya terlalu ketat, walaupun sama seperti di sini, perempuannya ada yang nyaman berjilbab dan ada yang nyaman tidak berjilbab (seperti Kamala dan ibunya) itu pilihan masing-masing dan mereka saling menghormati saja. Plus dalam kehidupan sehari-harinya, mereka tak lupa selalu mengucapkan kalimat basmallah, alhamdulillah, astaghfirullah, dan lain-lain, kayak kehidupan kita di sini saja. Tidak menyangka ya bakal melihat hal semacam itu di Marvel Cinematic Universe, hehehe.

Juga aku amaze ketika di salah satu episode Kamala bercerita tentang jin. Dia mengatakan di masa kecilnya dulu, awalnya dia takut hantu tapi kemudian dia lega karena meyakini hantu itu tidak benar-benar ada. Tapi kemudian ada pengetahuan baru, bahwa hantu itu adalah jin, dan itu jauh lebih mengerikan karena dia tau kalau jin itu benar-benar ada. Itu aku banget sumpah waktu kelas 2 atau kelas 3 SD dulu, wkwkwkwk.

Walaupun komunitas muslim mereka sangat erat dan dekat, namun mereka tetap sangat terbuka terhadap orang-orang di luar komunitas mereka. Misalnya saja, Bruno sahabat terdekat Kamala yang orang Amerika asli dan bukan muslim tentunya, sangat dekat dengan komunitas ini, dan bahkan sudah dianggap anak sendiri oleh orangtua Kamala. Jadi ingat di salah satu episode, ibu Kamala, Muneeba, menceritakan perjuangan beratnya ketika awal-awal dulu dia dan suaminya Yusuf bermigrasi ke New Jersey. Yusuf harus bekerja sangat panjang dengan penghasilan sangat sedikit, Muneeba harus mengurus anak hanya berdua dengan suaminya dan sering tak mampu beli popok. Sampai akhirnya, hal yang menyelamatkannya adalah ketika dia menemukan masjid yang artinya menemukan keluarga barunya di sana, and then I let them love me, begitu bahasanya, keren ya.

Okay nah sekarang kita masuk ke ceritanya ya. Kamala adalah seorang anak SMA berusia 16 tahun yang sangat ngefans (bahkan bisa dibilang sangat terobsesi) dengan Avengers, terutama Captain Marvel. Jangan lupa, ini MCU ya, jadi mereka hidup di universe yang sama. Kamar Kamala dipenuhi dengan poster-poster Captain Marvel dan anggota Avengers lain, dan dia selalu berkhayal suatu hari dia bisa menjadi seperti mereka, pokoknya Captain Marvel ini adalah role model Kamala banget. Kabarnya Iman Vellani, pemeran Kamala ini di kehidupan nyata, aslinya memang seperti itu banget, number one fans of Marvel dan banget dan sangat terobsesi dengan Marvel. Jadi basically Iman Vellani ini menjadi dirinya sendiri ketika dia memerankan Kamala Khan, plus ini adalah kali pertama dia berakting lho. Tapi sumpah aktingnya bagus banget (eh kan ngga akting ya, wkwkwk). Banyak orang bilang tidak ada yang lebih pas memerankan Kamala selain si Iman Vellani ini. Marvel nih memang kalau soal meng-casting orang jagoan banget deh.

Lanjut ke cerita, banyak distraksinya nih, hahaha. Pada suatu hari, Kamala menemukan bahwa ternyata dia memiliki superpower. Jadi kayak the dream comes true begitu. Sesuatu yang sangat-sangat kamu inginkan tiba-tiba jadi kenyataan aja gitu, dan ketika itu menjadi kenyataan kamu bingung apa yang harus kamu lakukan. Untung ada Bruno yang selalu setia menemani Kamala di situasi apapun, juga Nakia, sahabat Kamala. Superpower Kamala ini berasal dari sebuah gelang lebar (bangle) yang didapatkannya dari neneknya, meskipun kata Bruno sebenarnya kekuatannya ini sudah ada dalam tubuh Kamala, gelang itu hanya membantu mengaktifkannya saja.

Sejak menemukan gelang itu dan mendapatkan superpowernya, dimulailah petualangan Kamala. Dari mulai dikejar-kejar oleh bangsa Clandenstine (yang katanya nama lain dari bangsa jin, wkwkwk), dikejar-kejar agen pemerintah karena kekuatan supernya itu, bertemu dengan sebuah organisasi bawah tanah bernama Red Dagger, hingga menelusuri kembali sejarah nenek buyutnya (karena konon gelang itu adalah milik nenek buyutnya yang bersama Aisha). Aisha bersama suaminya Hasan adalah saksi hidup peristiwa “partition”, peristiwa ketika kaum muslim India memisahkan diri (diusir?kabur?) dari India dan membentuk negara sendiri yang kemudian kita kenal dengan nama Pakistan. Katanya semua orang Pakistan yang segenerasi dengan nenek atau nenek buyutnya Kamala pasti memiliki cerita tentang “partition” itu yang meninggalkan luka dan trauma tersendiri bagi mereka.

Kamala juga mengenal beberapa cowok yang cakep-cakep banget deh di serial ini, soalnya you know lah cowok-cowok muka arab-arab gitu kan cakep-cakep banget ya ala pangeran arab gitu, Bruno yang tampangnya asli bule Amerika langsung lewat jauh, wkwkwk. Salah satunya adalah Kamran, yang ternyata seorang Clandenstine tadi. Hal yang lucu di sini, ketika diceritakan bahwa bangsa Clandenstine sering disebut dengan nama bangsa jin oleh orang-orang muslim Pakistan ini, komentar Bruno adalah, Thor/Asgardian juga kalau pertama datangnya ke Pakistan ya akan disebut bangsa jin juga, wkwkwk, ner uga.

Cowok cakep yang lain adalah Kareem, salah seorang anggota Red Dagger dari Karachi, Pakistan. Red Dagger ini misinya adalah mengejar para Clandenstine. Nah Kareem, Kamran, dan juga Bruno ketiga-tiganya kayaknya naksir Kamala banget. Kamala ini memang kepribadiannya menarik dan asyik banget, pemberani dan percaya diri, sehingga cowok-cowok ini pada naksir sama Kamala, meskipun secara fisik Kamala pendek dan agak gemuk, tidak secantik (standar mainstream) Nakia atau Zoe Zimmer teman Kamala. Tapi justru hal ini membuat serial ini menjadi jauh lebih keren.

Nah bagaimana kisah hubungan Kamala dengan cowok-cowok ini, keluarganya, dan sahabat-sahabat ceweknya? Bagaimana sebenarnya masa lalu keluarga Kamala dan dari mana gelang itu berasal? Dan bagaimana Kamala akhirnya menjadi superhero untuk komunitasnya? Saksikan sendiri aja ya di Disney+.

Banyak fans Marvel yang mengkritik serial ini karena superpower yang dimiliki Kamala tidak sama dengan yang ada di komik. Aku sih karena tidak baca komiknya jadi ya tidak ada ekspektasi apa-apa sih, hehehe. Tapi menurutku serial ini bagus banget menceritakan soal karakter dan kehidupan Kamala Khan dan komunitas muslim New Jersey-nya (jadi ingat belum kusebut, ada scene pernikahan yang menurutku bagus banget), tetapi terasa agak kurang dalam mengeksplorasi soal kesuperheroan Kamala (sebagai Ms. Marvel) atau mungkin karena ini masih awal menceritakan kehidupan Kamala ya. Pendek kata, sebagai sebuah drama, serial ini bagus banget, tapi sebagai film superhero, masih banyak kekurangan di sana-sini, termasuk villain-nya juga ngga jelas, superpower Kamala juga masih belum terlalu jelas, hehehe.

Tapi di serial ini banyak kalimat-kalimat yang bagus dan mengena banget deh. Salah satunya yang sangat mengena bagi aku, ketika Kamala bingung dan galau dengan superpowernya dan kekacauan yang ditimbulkannya tapi belum siap untuk bercerita ke keluarganya, ibunya mengatakan padanya, “whatever mountain you have to face now, you don’t have to face it alone,” aduh keren banget deh.

Di serial ini juga konon adalah kali pertama diperkenalkannya mutant di MCU, dan ada juga post credit scene mengejutkan di akhir episode 6 yang ngga boleh banget dilewatkan. Rating aku untuk serial Ms. Marvel ini adalah 7.5/10.

Fitri Indra Harjanti

WhatsApp Image 2019 01 01 at 22.38.08 | MS. MARVEL SERIES: SUPERHERO MUSLIM PERTAMA DI MARVEL CINEMATIC UNIVERSE (SPOILER ALERT)
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *