Sister Cat in Need – Sister Cat Indeed

Sore ini kucingku Milu—an 11 months old calico—melahirkan. Kami sudah beberapa kali sih melihat dan menunggui kucing betina melahirkan, jadi sudah hapal polanya. Namun ada yang aneh dan sedikit berbeda yang dilakukan Milu sore tadi.

Well, jadi malam sebelumnya, Milu masih keluyuran main di luar seperti biasanya. Pagi hari dia pulang, dan seperti biasa, kalau malamnya dia keluyuran semalaman, paginya dia akan capek dan lebih memilih tidur-tiduran dan bersantai-santai di rumah saja. Keluyuran dan tidur seharian? Hmm sounds like a dreamy life. Yes Milu, tapi aku tidak akan iri kok. Itu kan memang tugas sejarahmu sebagai seekor kucing. Sementara tugas sejarahku sebagai manusia adalah melindungimu dan bekerja keras untuk membiayai hidupmu, hahaha. Pagi hingga siang tadi dia masih biasa-biasa saja. Hingga sore hari, sehabis makan sore, tiba-tiba dia mendekati adiknya, si Deadpool—a 4 months old calico—dan menyeret-nyeretnya ke kamar. Ini adalah hal yang aneh, karena biasanya di antara kucing-kucing kami, Milu adalah yang paling tidak mau dekat dengan adik-adiknya, bahkan setiap kali adiknya ingin mengkruwel-kruwel (bahasa apa ini, hahaha), dia langsung kabur dan lebih memilih kelayapan di atap-atap rumah tetangga. Tidak seperti Krimy yang suka banget dikruwel-kruwel dan ngelonin adik-adiknya serta di rumah saja seharian momong adik-adiknya. Padahal Milu kucing betina dan Krimy kucing jantan. Tuh ternyata bahkan pada kucing pun terbukti bahwa gender adalah bentukan manusia, eh bentukan kucing, hahaha.

Nah aksi Milu menyeret-nyeret Deadpool ini dilakukannya dengan sangat serius dan persistent. Pokoknya Deadpool harus mengikuti dia ke kamar belakang. Ternyata Milu meminta Deadpool untuk menyusu padanya. Aku sudah tahu, ini adalah stimulasi yang diperlukan agar dia cepat kontraksi, berlaku juga pada manusia soalnya. Tidak lama kemudian, benar saja, dua anaknya pun lahir. Nah lucunya, selama keseluruhan proses persalinan itu, Milu meminta Deadpool untuk menemaninya, literally, sampai-sampai setiap kali Deadpool mau pergi Milu akan menarik-tarik kupingnya agar dia tetap tinggal, hahaha. Akhirnya Deadpool pun mau menemani kakaknya selama proses persalinan. Dia terus berada di situ, dan bahkan ketika 2 bayinya Milu lahir, Deadpool ikut menjilati kedua keponakannya itu. Terus terang ini adalah pemandangan yang baru dan agak unik bagi kami. Bisa begitu ya.

Akhirnya seluruh proses persalinan pun selesai, di mana Deadpool tidak meninggalkan sisi Milu sedetikpun. Milu dan anaknya pun kami pindahkan ke sebuah keranjang yang sudah kami lapisi handuk kering. Nah lucunya lagi, pasca-persalinan pun Milu tetap ingin Deadpool menemaninya. Setiap kali Deadpool keluar dari kamar, Milu akan segera berlari mencarinya dan menyeret-nyeretnya, baik dengan cara menggigit lehernya, kupingnya, perutnya, atau bagian tubuh manapun yang kena, asalkan bisa menyeretnya untuk segera kembali ke keranjang menemaninya. Bahkan ketika Deadpool hanya mau ke dapur untuk makan atau ke kamar mandi untuk minum, Milu segera panik mencarinya.

Deadpool pun akhirnya menyerah, dia tahu kakaknya sedang membutuhkannya. Akhirnya Deadpool dengan sukarela masuk ke keranjang menemani Milu dan her new born baby, bahkan tidur di keranjang itu bersama mereka, semalaman! Milu pun tampak senang dan tenang karena adiknya itu ada di sampingnya menemaninya mengurus bayi yang baru lahir. Pengalaman pertama dalam hal apapun memang selalu menakutkan, dan a sister memang selalu dibutuhkan untuk membuatnya menjadi less menakutkan, baik pada manusia maupun pada kucing, apparently! However blood is thicker than water, and a sister in need is a sister indeed, hihihi.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *