SPIDER-MAN NO WAY HOME (2021): THE DREAM COME TRUE!

Menuju ke review ketujuh dari film-filmnya Andrew Garfield, kita ke filmnya yang terbaru ya, Spider-Man No Way Home, salah satu dari tiga film-nya Garfield yang release tahun 2021, dua lainnya sudah aku tulis review-nya sebelumnya.

Spider-Man No Way Home adalah bagian dari film-film Jagat Semesta Marvel (MCU), lebih tepatnya film MCU ke-27, kalau dihitung dengan serialnya berarti jadi ke-31 ya. Kalau mau ngomongin Spider-Man No Way Home sebagai bagian dari timeline MCU bakal panjang banget pembahasannya, serius. Makanya untuk review kali ini, karena ini tema besarnya adalah rangkaian review film Andrew Garfield, maka aku akan bahas Spider-Man No Way Home dari sisi itunya saja ya, itu apaan sih, sisi keterlibatan Andrew Garfield di dalamnya maksudnya, you know lah, wkwkwk.

Bisa dibilang Andrew Garfield bukan pemeran utama di film ini, kan pemeran utamanya Tom Holland. Ini adalah film ketiga dari trilogy Spider-Man versi Tom Holland. Namun meskipun bukan pemeran utama, kemunculan Andrew Garfield di film ini tetap membuat para penonton menjerit paling kenceng, wkwkwkw, apalagi aku, hampir copot jantungku rasanya pas melihat kemunculannya. Benar-benar pengalaman sinematik yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Tobey Maguire bagaimana? Ya doi mengejutkan juga, tapi kan yang muncul Garfield duluan, jadi dia yang paling bikin penonton teriak kenceng banget, dan begitu dia muncul, penonton sudah tahu sih kalau pasti selanjutnya adalah Tobey. Intinya Garfield lah yang bikin aku teriak paling kenceng aja, wkwkwkwk.

Mungkin juga karena faktor, selama setahun menjelang release-nya film ini, Andrew “I’m not in the movie” Garfield ini terus konsisten menyangkal keterlibatannya di film ini. Bahkan ketika foto dan video leaked doi sedang di lokasi syuting No Way Home bocor ke publik, dan dibahas habis-habisan di internet, bahkan mendatangkan para ahli, wkwkwk, Garfield tetap konsisten mengatakan bahwa itu bukan dia, itu cuman photoshop, sumpah gw ngga ada di film itu, gw ga dapat telpon dari Marvel, I’m not the werewolf, wkwkwk, sampai ngakak-ngakak aku ngelihat video-video penyangkalan itu.

Ke sini-sini, sebulan pasca release-nya No Way Home, setelah kita semua secara resmi boleh membocorkan semua yang ada di film, Garfield ketawa-ketawa bilang, “yes I am the werewolf,” hihihi cute. Maksudnya werewolf adalah dia mengacu pada sebuah game di mana orang tidak tahu siapa sebenarnya werewolf-nya jadi hanya bisa mengira-ngira saja, kurang lebih seperti itu ya. Dia mengakui bahwa dia asyik-asyik saja bahkan menikmati semua penyangkalan itu, karena baginya itu seperti sedang menyiapkan sebuah pesta ulang tahun kejutan untuk banyak orang, di mana dia harus berbohong, menyangkal, atau pura-pura tidak tahu, namun itu hanya karena dia tahu bahwa ketika nanti pesta ulang tahunnya sudah kejadian, orang-orang akan sangat senang dan menghargainya. I get it cutie pie, dan you did it! Memang benar orang-orang jadi pada kaget, senang, histeris, dan puas ketika filmnya akhirnya release dan melihat doi ternyata ada di film. Jadi perencanaan surprise birthday party-nya berhasil banget.

Lucunya lagi, Garfield melakukan tugas “penyiapan surprise birthday party” ini dengan serius banget. Bahkan ketika Emma Stone (pemeran Gwen Stacy di The Amazing Spider-Man sekaligus mantan dia beneran di kehidupan nyata) menelponnya dan menanyakan dia beneran ada ngga sih di No Way Home, Garfield tetap menjawab “I don’t know what you are talking about,” wkwkwkw. Bahkan bodohnya, ketika Charlie Cox, pemeran Matt Murdock yang juga muncul di No Way Home, yang adalah teman Garfield, mengajaknya makan bareng karena sedang sama-sama di Atlanta (tempat syuting No Way Home), Garfield masih menyangkal dan bilang dia tidak sedang berada di Atlanta. Sampai Charlie Cox bilang, come on man, aku tahu, karena aku di Atlanta juga, kan aku juga ada di film itu sama kayak kamu, wkwkwk, lucu amat sih.

Jadi Andrew Garfield di No Way Home, bersama dengan Tobey Maguire, berperan sebagai variant-variant Peter Parker/Spider-Man alias Peter Parker/Spider-Man dari universe lain di luar universe utama MCU yang berisi Peter Parker/Spider-Man Tom Holland. Mereka berdua bisa terseret ke universe MCU-nya Tom Holland akibat mantra gagal-nya dr. Strange yang lagi merapal mantra eh malah diinterupsi melulu sama Tom, dasar bocil, wkwkwkwk. Mantra gagal ini pun menyeret orang-orang yang mengetahui bahwa Peter Parker adalah Spider-Man dari berbagai universe.

Yang pertama kali muncul adalah para super-villain dari universe-nya Garfield dan Tobey yaitu Doc Ock, Green Goblin, Elektro, Sandman, dan Lizard (5 dari 6 Sinister Six). Tom Holland yang polos dan baik hati pun (setelah diyakinkan oleh Aunt May) berniat untuk “menyembuhkan” kelima super-villain itu agar menjadi manusia baik lagi supaya tidak jadi dibunuh oleh Spider-Man di universenya masing-masing. Tapi pan niat baik belum tentu berakhir baik ya, bisa jadi berakhir berantakan dan malah merugikan serta menghancurkan kita banget. Nah inilah yang terjadi dalam kasus Tom Holland ini, niat baiknya membawa pada kehancuran tak terperi yang mesti ditanggungnya.

Nah di sinilah Garfield dan Tobey muncul. Monmaap aku menyebut ketiga Spider-Man dengan Tom, Garfield, dan Tobey yes, buat ngebedain, pan tiga-tiganya sama-sama Spider-Man/Peter Parker. Garfield dan Tobey pun berniat membantu Tom yang sedang dalam masa terpuruk supaya Tom tidak bernasib sama dengan mereka yang tidak bisa dealing dengan perasaan bersalahnya ketika kehilangan orang-orang tercinta mereka.

Oh ya, mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa Garfield dan Tobey terlihat sudah bertambah usia, padahal para super-villain-nya masih terlihat sama persis dengan mereka pada film-film Spider-Man mereka. Kan Marvel gampang banget mau bikin orang jadi lebih tua (ingat Captain America di Endgame) atau bikin orang jadi lebih muda (ingat Hank Pym di Endgame). Terus kenapa kelima supervillain-nya tetap dibuat semuda mereka di film-film sebelumnya, sementara Garfield dan Tobey dibuat sudah bertambah usia?

Jawabannya adalah karena para super-villain itu terseret ke universe-nya Tom sebelum kematian mereka, sehingga mereka usianya tetap sama seperti mereka di film-film mereka sebelumnya (2002, 2004, 2006, 2012, 2014). Sementara Garfield dan Tobey terseret ke universe-nya Tom di masa sekarang. Jadi itu memang Garfield dan Tobey di tahun 2024 (ingat ya MCU sekarang sudah tahun 2024). Get it kan? Semoga penjelasanku tidak membingungkan, wkwkwkwk.

Adegan-adegan selanjutnya benar-benar seperti dream come true banget deh. Tidak pernah terbayang dalam kehidupanku atau pengalaman sinematikku sebelumnya, kalau aku akan berkesempatan melihat scene-scene ini, 3 Spider-Man hangout bersama dan bertempur melawan musuh bersama. Ya ampuuuunn, too good to be true banget ngga sih. Sampai aku ulang-ulang tonton sejuta kali tuh adegan-adegan itu, wkwkwkwk. Dari mulai Garfield cracking punggungnya Tobey yang sakit akibat terlalu sering berayun, Garfield ngiri sama Tom dan Tobey karena dia sendiri yang belum pernah ngelawan alien. Garfield dan Tom terheran-heran kenapa Tobey bisa ngeluarin jaring laba-laba langsung dari tubuhnya.

Hingga yang paling mengharukan, ketika Garfield dan Tobey seakan-akan menemukan momen untuk berdamai dengan masa lalunya, mendapatkan pelepasan dari beban yang selama ini mereka pikul. Tobey yang merasa bersalah karena menyebabkan ayah dari sahabatnya (Norman Osborne) sampai meninggal tertusuk glidder-nya sendiri, sehingga membuat Harry Osborne membencinya, plus Tobey juga sedih karena kan Norman sayang juga sama dia. Dan terlebih Garfield, yang selama ini menanggung beban perasaan bersalah yang tak terperikan, yaitu tidak bisa menyelamatkan Gwen Stacy yang sangat-sangat dicintainya. Mereka berdua seolah mendapatkan momen pelepasan atau “pembayaran hutang” atas itu semua.

Menurutku film ini juga sangat jenius karena banyaaaakk sekali call back ke film-film Spider-Man sebelumnya termasuk 3 filmnya Tobey, 2 filmnya Garfield, 2 film-nya Tom, bahkan film Spider-Man animasi Into the Spider-Verse-nya Miles Morales. Call back-nya bisa dalam bentuk ucapan-ucapan yang sama persis, adegan-adegan yang sama persis, atau ya langsung direferensikan kembali ke film-film sebelumnya itu, keren banget sumpah.

Di antara semua hal keren dalam film ini, yang menurutku paling keren, the best of the best-nya adalah ketika Garfield mengatakan “I love you guys!” kepada Tobey dan Tom, dan ditanggapi dengan awkward oleh mereka berdua yang bingung, kikuk, senang dan akhirnya hanya mampu menjawab, “thank you”, keren banget, wkwkwkwk. Turns out, adegan ini tidak ada di script, tapi murni improvisasinya Garfield di lokasi syuting aja, wkwkwkwk. “Ya, ngga ada di script, it’s just me loving them,” demikian penjelasan Garfield. Ya ampun so sweet banget ya.

Garfield ini memang ekspresif banget kalau mencintai seseorang, dia tidak akan segan-segan mengatakannya berulang-ulang kepada orang itu, juga mengekspresikannya dengan sentuhan-sentuhan fisik seperti memeluk dan merangkul. Ya ampun, love language-nya bisa samaan banget sih sama aku, jodoh kali ya, wkwkwkwk. Garfield juga yang mempunyai ide untuk re-creating meme yang sangat terkenal itu, yang 3 Spider-Man saling tunjuk. Kayak dream come true banget ngga sih, dan meme jadi kenyataan itu pun benar-benar sampai jadi viral di internet, hehehe.

Kayaknya kalau ngga aku stop, bisa 20 halaman nih aku bahas Garfield di No Way Home, wkwkwkwk, sudah dulu deh ya biar ngga kepanjangan, hehehe. Oh ya, Spider-Man No Way Home ini aku nontonnya di bioskop. Ngga hanya 1 kali, 2 kali, 3 kali, tapi 4 kali, wkwkwkwk, terniat. Rating aku untuk Spider-Man No Way Home adalah 10, dan akting Andrew Garfield di film ini 9, azeeeekkk!

Fitri Indra Harjanti

WhatsApp Image 2019 01 01 at 22.38.08 | SPIDER-MAN NO WAY HOME (2021): THE DREAM COME TRUE!
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *