“The Fairy Feller’s Master-Stroke”: Lagu Indah Queen yang Menceritakan dengan Detail Lukisan Karya Richard Dadd dengan Judul yang Sama

Aku suka hampir semua lagunya Queen, jadi kalau diminta menyebutkan mana lagu favoritku, agak susah sebenarnya. Tetapi kalau memang benar-benar dipaksa banget, harus banget, untuk menyebutkan satu lagu Queen yang paling favorit bagi aku, maka jawabannya adalah The Fairy Feller’s Master-Stroke yang merupakan salah satu single dari album Queen II. Sudah lama banget aku suka lagu ini, bertahun-tahun, tapi aku sebenarnya tidak pernah benar-benar tahu sebenarnya lagu ini bercerita tentang apa sih. Apalagi dulu waktu awal-awal aku mendengarkannya pas masih SD, ya semakin tidak tahu saja ini ngomongin apa, hehehe. Seingatku sih aku dulu membuka-buka kamus dan mencari arti dari beberapa kata-katanya yang sangat asing seperti “dilly dally oh” atau “the nymph in yellow” dan seterusnya. Terus aku juga recognize kalau lagu ini menyebutkan beberapa nama-nama seperti Oberon, Titania, Queen Mab, Tatterdemalion, dan lain-lain. Tapi waktu itu aku hanya berpikir lagunya enak dan unik dan liriknya lucu dan menarik.

Nah sewaktu aku kembali intensif lagi mendengarkan lagu ini di usia dewasa (dengan Bahasa Inggris yang jauh lebih mendingan), saat itu aku masih bekerja di kantor pertamaku, aku sering mengulang-ulang lagu ini, dan aku mulai mereka-reka. Sepertinya lagu ini menceritakan tentang sebuah kisah di negeri dongeng, yang di dalamnya ada peri, tukang tiup terompet, dan juga profesi-profesi yang lain seperti penjahit, pencuri, penyihir, pembajak sawah, pemikir, politisi, pelaut dan tokoh-tokoh negeri dongeng lainnya. Soalnya liriknya begini, “tatterdemalion and the junketer, there’s a thief and a dragonfly trumpeter, he’s my hero,” sama begini, “soldier, sailor, thinker, tailor, ploughboy, waiting to hear the sound, and the arch magician presides he’s the leader”. Tapi negeri dongeng apa aku juga tidak tahu dan tidak pernah mencari tahu, cuman senang saja menyanyikannya keras-keras soalnya liriknya lucu dan nadanya asyik.

Hingga malam ini, di tengah malam yang sepi aku mengerjakan deadline kerjaan sambil mendengarkan lagu-lagu Queen. Sebenarnya aku sudah lelah karena sejak pagi tadi benar-benar di depan laptop mengerjakan pekerjaan ini, tapi karena aku blas belum ngantuk, karena dari kemarin begadang terus jadi tubuhku sudah terpola tidur pada menjelang dini hari, aku terus mengerjakannya sambil agak malas-malasan. Untung sambil dengerin Queen, dan pas lagu The Fairy Feller’s Master Stroke aku ikut menyanyikannya keras-keras. Lalu, biasa, kalau sudah lelah kerja biasanya aku selalu pengen iseng. Aku langsung buka Youtube dan mengetik keyword judul lagu itu. Sebenarnya aku sudah beberapa kali melihat videonya di Youtube versi Queen Official dan juga versi live performance, cuman aku penasaran apa masih ada versi lainnya. Lalu aku melihat ada video lagu ini dengan judul “Queen’s Fairy Feller’s Master Stroke describes a painting by Richard Dadd” dan pas aku buka videonya, ya ampun, lagu ini memang menceritakan dengan detail bagian per bagian lukisannya Richard Dadd yang berjudul sama dengan lagu itu, “Fairy Feller’s Master Stroke”.

Langsung aku meluncur ke Google dan mengetik kata kunci “Richard Dadd’s paintings”. Biasa lah, semakin ketat deadline semakin kuat rasa penasaran pada hal-hal selain pekerjaan yang harus diselesaikan, hihihi. Kalau lagi nganggur aja, main mulu kerjaannya dan malas baca-baca, giliran pas deadline malah penasaran sama banyak hal, hehehe. Anyway, The Fairy Feller’s Master Stroke adalah lukisan karya pelukis Inggris Richard Dadd yang dilukis tahun 1855 hingga 1864, 9 tahun coy melukisnya. Dadd melukisnya saat dipenjara di rumah sakit jiwa khusus penjahat negara di Rumah Sakit Royal Bethlem, tempat dia diasingkan setelah dia membunuh ayahnya pada tahun 1843, masya Alloh begitu amat yak ceritanya. Dadd melukisnya dengan sangat memperhatikan detail-detail secara mikroskopis dan menggunakan teknik layering supaya hasilnya terlihat 3D. Meskipun dianggap sebagai karyanya yang paling penting, Dadd sendiri menganggap lukisan itu belum selesai. Dia berhenti melukisnya setelah dipindahkan ke rumah sakit jiwa yang lain hingga akhir sisa hidupnya 21 tahun kemudian. Dadd kemudian menulis sebuah puisi panjang yang disebut The Fairy Feller’s Master Stroke di mana setiap karakter yang muncul di lukisan diberi nama dan penjelasan.

Lukisan “The Fairy Feller’s Master-Stroke” karya Richard Dadd (www.pinterest.com).

Freddie Mercury sendiri, sang pencipta lagu ini, terinspirasi menulis lagu The Fairy Feller’s Master Stroke setelah melihat lukisan Richard Dadd ini. Lagu ini, seperti lagu-lagu lain dalam album Queen II, memang menampilkan lirik berbasis fantasi abad pertengahan, dan lagu ini memang merujuk langsung ke karakter lukisan seperti yang dijelaskan dalam puisi Dadd, seperti Queen Mab, Wagoner Will, Tatterdemalion, Mr. Feller sendiri, dan lain-lain. Ternyata pada waktu itu, setiap kali personel Queen memiliki sedikit waktu senggang, Freddie akan langsung menyeret teman-temannya ke Galery Tate di London tempat di mana lukisan itu berada hingga hari ini. Lirik lagunya mengikuti suasana klaustrofobik dari lukisan tersebut dan masing-masing bagian/adegan dalam lukisan digambarkan dalam lagu ini.

Dalam video Youtube yang aku lihat pun si pembuat videonya menampilkan bagian lukisan yang mana yang diceritakan dalam bagian lirik lagu yang mana, dan memang wow, lagu itu menceritakan setiap bagian dari lukisan Dadd dengan detail. Ada fairy feller yang sedang akan “swing his axe he swears as he climbs he dares to deliver the master stroke”, ada the ostler yang sedang “stares with hands on his knees” dan seolah-olah mengatakan “come on mister feller crack it open if you please”. Ada “pedagogue squinting wears a frown” sama “a satyr peers under lady’s gown”, terus ada juga bagian “tatterdemalion and the junketer”, terus ada “thief and a dragonfly trumpeter”, dan seterusnya. Semua bagian dari lukisan tersebut diceritakan di dalam lirik lagu The Fairy Feller’s Master Stroke ini.

Can I just say wow, what a genius banget ga sih. Menurutku lagu ini adalah sebuah masterpiece warisan dunia, alaaah, bagaimana seorang Freddie yang juga adalah lulusan Art & Graphic Design di Ealing Art College London menginterpretasikan atau menerjemahkan sebuah lukisan indah ke dalam sebuah lagu yang tidak kalah indahnya. Marvelous!!!

Gambar lukisan Richard Dadd “The Fairy Feller’s Master-Stroke diambil dari www.pinterest.com.

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *