THE SOCIAL NETWORK (2010): MENDAPATKAN JUTAAN TEMAN BARU TAPI KEHILANGAN SAHABAT TERDEKAT

Review kesembilan dari film-filmnya Andrew Garfield adalah eng ing eng, yes, The Social Network. The Social Network adalah film yang cukup happening pada zamannya, tahun 2010 maksudnya. Banyak banget memenangkan atau dinominasikan penghargaan-penghargaan bergengsi, seperti misalnya 8 nominasi Academy Awards (Oscar) termasuk film terbaik, sutradara terbaik, dan aktor terbaik (untuk Jesse Eisenberg), dan juga di Golden Globe Award di mana film ini memenangkan penghargaan di antaranya untuk kategori film drama terbaik dan sutradara terbaik. Film ini disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik tahun 2010 oleh 78 kritikus, dan sebagai film terbaik di tahun yang sama oleh 22 kritikus, salah satunya dinobatkan sebagai film terbaik tahun 2010 oleh National Board of Review.

Aku menonton The Social Network di aplikasi pemutar film Googleplay dengan sistem menyewa per film. Untuk The Social Network ini harga sewanya adalah 22.000 untuk akses selama 48 jam. Aku bayarnya pakai Gopay, dan karena Gopay-ku lagi ada promo, aku dapat cashback 10.000, jadi ya itungannya aku cuman menyewa 12.000 saja untuk film ini. Ya mau bagaimana lagi, prinsip hidupku kan kalau bisa dibikin ribet kenapa mesti nyari yang gampang, wkwkwkwk. Bagaimana tidak, lha wong aku sudah langganan Netflix, Disney+Hotstar, HBO Go, dan juga saluran-saluran yang ada di paketan Indihome TV, tapi ya tetep dong, yang dicari adalah film-film yang ngga ada di itu semua, wkwkwk, Andrew Garfield factor sih.

Andrew Garfield adalah pemeran pendukung di film ini, tetapi meskipun pemeran pendukung, screen time-nya sama banyaknya deh dengan pemeran utamanya (Jesse Eisenberg). Dan Garfield banyak mendapat pujian untuk perannya di film ini. Awalnya Garfield ikut castingnya sebagai pemeran utama, tapi sang sutradara berpikir dia lebih cocok untuk mengambil peran si pemeran pendukung ini, dan itu benar sekali, karena dia pas bangeeeett memainkan peran itu, dan mencuri perhatian banget deh.

Okay, The Social Network adalah film tentang Mark Zuckerberg, you know, si pencipta Facebook itu. Jesse Eisenberg yang memerankan Mark Zuckerberg. Lalu Andrew Garfield? Andrew Garfield berperan sebagai Eduardo Saverin, sahabat Mark Zuckerberg sekaligus co-founder Facebook, orang yang sejak awal mendukung dan bekerja sama dengan Mark membangun Facebook, terutama di bagian urusan bisnis dan finansialnya. Kalau Mark di bagian teknologi dan coding-codingnya, Eduardo adalah CFO-nya alias Chief of Financial Officer. Kurang lebih begitu ya. Ada satu lagi tokoh penting di film ini, yaitu Sean Parker yang diperankan oleh Justin Timberlake, yang juga berperan penting dalam proses awal-awal pembentukan Facebook.

Well, aku tidak tahu sih sejauh mana keakuratan film ini dengan cerita aslinya. Yang jelas, Mark Zuckerberg sendiri berkomentar, “I just wished that nobody made a movie of me while I was still alive”. Wkwkwk, ngakak gw! Bukan cuman still alive, tapi juga kayak peristiwanya kan baru-baru saja ya terjadinya. Zuckerberg juga sempat mengatakan bahwa dia sangat menikmati meng-coding Facebook dan bahwa dia melakukan itu karena dia menikmati “membangun sesuatu” dan bukannya untuk menarik perhatian cewek-cewek seperti yang diimplikasikan dalam film. Zuckerberg juga mengatakan bahwa hal yang paling akurat dari film The Social Network hanyalah baju-baju yang dipakai oleh Jesse Eisenberg yang memang sama dengan baju-bajunya dulu, wkwkwk.

Eduardo Saverin sendiri mengatakan, “the movie was clearly intended to be entertainment and not a fact-based documentary,” serta mengatakan bahwa film itu hanyalah fantasi Hollywood bukan dokumenter. Well, jadi ingat serial The Crown di mana seluruh anggota kerajaan Inggris mengatakan bahwa serial itu cuman fiksi belaka. Kenyataannya bagaimana? Ngga tahu juga ya, tapi banyak orang kan bilang, the only fiction from the crown is how hot Charles is, wkwkwk. Nah kalau soal The Social Network ini, aku ngga tahu, yang jelas film ini dibuat berdasarkan buku berjudul The Accidental Billionaires (2009) karya Ben Mezrich yang kabarnya Saverin adalah konsultan dalam penulisan buku itu.

Kita sedikit ke alurnya ya. Film ini menceritakan kehidupan Mark Zuckerberg ketika masih berkuliah di Harvard University. Diceritakan dia adalah seorang yang lempeng dan ngga sensitif perasaannya. Akibat diputus cintanya sama seorang perempuan, Mark nge-hack data computer universitas untuk membanding-bandingkan cewek-cewek di kampus mereka (kayak bikin survey siapa yang lebih cantik gitu). Mark ini punya teman akrab satu kampus bernama Eduardo Saverin, anak konglomerat Brasil yang kuliahnya ngambil jurusan bisnis. Mark dan Eduardo ini selalu bersama, bahkan bisa dibilang Eduardo ini adalah satu-satunya teman Mark.

Selanjutnya ada 2 orang mahasiswa kembar (anak konglomerat juga) yang karena peristiwa itu jadi menyadari betapa jeniusnya Mark dalam hal per-IT-an. Mereka lalu menawari Mark untuk bekerja sama dengan mereka membangun sebuah platform, platform jejaring sosial juga sih idenya. Nah tapi ke sini-sini, Mark malah jadi punya ide untuk mengembangkan platform jejaring sosialnya sendiri, yang kemudian didukung oleh Saverin, termasuk juga dukungan secara finansial. Platform yang mereka bangun inilah yang sampai sekarang kita kenal dengan nama Facebook (awalnya The Facebook, tapi kemudian dihilangkan The-nya atas usul dari Sean Parker).

Segitu saja ya bocoran alurnya, pan ngga boleh spoiler. Yang jelas ujung-ujungnya Mark harus menghadapi 2 tuntutan hukum sekaligus. Yang pertama adalah tuntutan hukum dari si kembar yang mengajaknya bekerja sama di awal tadi, dengan tuduhan bahwa Mark telah mencuri ide mereka. Dan yang kedua, ini sedih banget sih, dari Eduardo Saverin sahabatnya, yang merasa dikhianati oleh Mark karena Mark membuat keputusan bisnis sendiri yang membuat jatah kepemilikan saham Saverin di Facebook berkurang banyak banget dan juga karena namanya dihapus sebagai co-founder Facebook. Tentu yang bikin Saverin marah besar tidak hanya soal duitnya ya, tapi karena Mark kan teman akrabnya banget yang ke mana-mana selalu kruntelan berdua, kok tega-teganya seperti itu (Mark punya alasannya sendiri sih). Selalu begitu ya?

Marah dan kesalnya Saverin ini dimanifestasikan oleh Andrew Garfield dengan bagus banget deh sumpah. Baik dari ekspresi wajah, mata, gestur tubuh, dan kata-kata. Adegan Saverin mendatangi Mark dengan marah besar di kantor Facebook dan kemudian membanting laptop yang sedang digunakan Mark sungguh fenomenal banget, dan merupakan adegan yang sangat ikonik sampai sekarang. Kerennya lagi, Saverin ini kan karakternya sopan, berkelas, elegan, dan rapi gitu. Nah ketika sedang semarah itu pun dia tetep bisa lho konsisten dengan karakter, sopan, berkelas, dan elegannya itu, walaupun tetap terasa kemarahan dan kejengkelannya yang amat sangat. Keren deh adegan itu.

Juga kata-kata yang diucapkan Garfield eh Saverin, aduh terngiang-ngiang banget di kepalaku, stay rent free in my mind for a long time, hehehe. Kayak, “you’re better lawyered up a**hole cause I’m not only back for 30 %, I will back for everything” atau “sorry, my Prada is on the cleaner, along with my hoodie and my f*ck you flip-flop”, wkwkwkwk. Garfield keren banget sih pas mengatakan hal-hal itu.

Garfield juga menurutku pas lagi cakep-cakepnya banget nih di film ini. He’s 27 dan memerankan mahasiswa cerdas anak konglomerat yang berkelas dan elegan, aduh. Secara fisik menurutku Andrew Garfield terlihat paling cakep ya pas memerankan Eduardo Saverin di film The Social Network ini. Well, karena penasaran aku pun googling tentang Eduardo Saverin, dia masih tertulis sebagai co-founder Facebook, dan sekarang tinggal di Singapura bersama istrinya yang orang Indonesia, ciyus lho.

Mau seberapa tinggi keakuratan film The Social Network ini dengan kenyataan aslinya, yang jelas aku pribadi berterima kasih banyak sama Mark Zuckerberg dan Eduardo Saverin karena sudah menciptakan Facebook yang selama 14 tahun terakhir ini selalu menemani hari-hariku, menjadi ruang untuk tulisan-tulisanku, dan bahkan aku juga bertemu dengan suamiku di Facebook lho, eaaa. Baik, ratingku untuk film The Social Network adalah 8.5 dan akting Andrew Garfield di film ini juga 8.5, yes!    

Fitri Indra Harjanti

WhatsApp Image 2019 01 01 at 22.38.08 | THE SOCIAL NETWORK (2010): MENDAPATKAN JUTAAN TEMAN BARU TAPI KEHILANGAN SAHABAT TERDEKAT
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

One thought on “THE SOCIAL NETWORK (2010): MENDAPATKAN JUTAAN TEMAN BARU TAPI KEHILANGAN SAHABAT TERDEKAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *