“You’re My Best Friend”: Lagu Romantis-Realistis John Deacon untuk Istrinya yang Dinyanyikan oleh Freddie Mercury

John Richard Deacon atau Deaky atau Deaks adalah anggota Queen yang paling terakhir bergabung yaitu pada tahun 1971. Dia juga dikenal sebagai anggota Queen yang paling quiet alias pendiam dan kalem. Brian May mengatakan bahwa karakter Deaky adalah kebalikan dari Roger Taylor. Roger adalah orang yang sangat ramah dan merasa nyaman di keramaian. Sementara Deaky sangat pendiam kecuali kalau dia sudah mengenal kita dengan baik. Bahkan di balik seperangkat drum-nya, Roger tetap terlihat lebih mencolok dibanding Deaky. Karena itulah mereka berdua jadi saling melengkapi dan saling mengisi di band. Ditambah mereka berdua sama-sama suka mobil. Deaky adalah pemain bass dan sesekali menjadi backing vocal. Namun tidak hanya itu saja, seperti ketiga bandmates lainnya, Deaky juga adalah songwriter di Queen. Aku termasuk yang suka lagu-lagu bikinannya Deaky, sebut saja Spread Your Wings, Who Needs You, You’re My Best Friend, I Want To Break Free, Another One Bites The Dust, You And I, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang lagu-lagu yang ditulis Deaky pasti menjadi favoritku di Queen.

Deaky juga sangat dekat Freddie. Ketika berada di dekat Freddie, Deaky yang aslinya pendiam menjadi bisa lebih “keluar” dan percaya diri dan berada at the top of his performance. Itulah mengapa Deaky-lah yang paling terpukul dengan kematian Freddie pada November 1991, walaupun tentu saja Rog dan Bri juga terpukul. Tapi Deaky, dia sampai memutuskan untuk pensiun dari dunia musik dan semua spotlight yang menyertainya. Dia mengatakan, “as far as we are concerned, this is it, there is no point carrying on, it is impossible ro replace Freddie”. Dan setelah bermain beberapa kali bersama Queen (setelah kepergian Freddie), Deaky memutuskan untuk pensiun sepenuhnya dari Queen, dari dunia musik, dan bahkan dari sorotan publik. Project terakhirnya bersama Queen adalah lagu “No One But You (Only the Good Die Young)” yang dipersembahkan untuk Freddie dan ada dalam album Queen Rocks yang dirilis rahun 1997. Setelah itu, Deaky tidak pernah terlihat atau terdengar lagi di publik. Dia bahkan memilih untuk tidak datang ketika Queen menerima penghargaan pada Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 2001. Roger Taylor mengatakan bahwa Deaky telah sepenuhnya pensiun dari segala jenis kontak publik dan bahwa dia “a little fragile”. Ya cara orang untuk dealing dengan kesedihannya memang berbeda-beda. Meskipun demikian, hingga hari ini Roger dan Brian tetap selalu kontak dengan Deaky terutama masalah finansial dan juga keputusan-keputusan penting terkait Queen, termasuk meminta persetujuan Deaky untuk membuat film biopik Bohemian Rhapsody.

Okay, kali ini aku ingin menceritakan salah satu lagu hits Queen yang ditulis oleh Deaky, yaitu “You’re My Best Friend”. Lagu pop romantis ini ditulis Deaky pada tahun 1975 untuk calon istrinya Veronica Tetzlaff, yang kemudian dinikahinya pada tahun yang sama hingga sekarang dan telah memberinya 6 orang anak. Lagu ini dinyanyikan oleh lead vocal Freddie Mercury (karena Deaky tidak pernah mau menjadi lead vocal) dihiasi dengan suara gitar bass yang sangat keren dan jelas (ciri khas lagu-lagu bikinannya Deaky). Uniknya dalam lagu ini, selain bermain bass, Deaky juga bermain piano elektrik (Wurlitzer), karena Freddie menolak untuk memainkannya. Kata Freddie, “I refused to play the damn thing (the Wurlitzer). It’s tiny and horrible and I don’t like them. Why play those things when you’ve got a lovely superb grand piano? No, I think, basically what he (Deaky) is trying to say is it was the desired effect.” Karena Freddie yang biasa memainkan grand piano biasa itu menolak memainkan piano elektrik, akhirnya Deaky membawanya pulang dan mulai belajar memainkan piano elektrik dan kemudian mengisi suara piano dalam rekaman lagu ini dengan piano elektrik. Namun dalam versi live performance-nya ketika Queen menyanyikan lagu ini, mereka tetap menggunakan Grand Piano biasa yang dimainkan oleh Freddie Mercury, sementara Deaky bermain bass. Deaky memang seperfeksionis itu, di lagunya yang lain, “Back Chat”, Deaky memaksa untuk dia sendiri yang memainkan gitar dan melarang Brian untuk memainkan gitar di lagu ini karena khawatir gayanya tidak sesuai dengan dia inginkan.

Lagu “You’re My Best Friend” termasuk di dalam album A Night at the Opera bareng Bohemian Rhapsody dan Love of My Life yang dirilis pada tahun 1975. Setelah itu, lagu ini juga dirilis sebagai single pada 18 Mei 1976 dan menduduki posisi nomor 16 di Amerika Serikat. Lagu balada ini juga muncul di live album Live Killers (1979) dan di album kompilasi Greatest Hits (1981), Absolute Greatest (2009), dan Queen Forever (2014). Ada satu cerita yang menarik menjelang pembuatan album A Night at the Opera ini, yaitu bermasalahnya Queen dengan manajernya sekaligus pemilik Trident Studios, Norman Sheffield yang berujung pada berakhirnya hubungan mereka dengan manajernya tersebut dan menghasilkan lagu Death on Two Legs yang berisi caci maki terhadap mantan manajernya itu hingga membuat si mantan manajer menuntut Queen secara hukum. Padahal di lagu itu tidak disebutkan nama si mantan manajer, melainkan hanya “dedicated to…”. Dengan dia menuntut malah jadi memperjelas, hehehe. Fred, Rog, Bri, dan Deaky kesal karena si mantan manajer ini selalu mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang dan meminta agar mereka berhemat. Bahkan Rog diminta untuk berhati-hati menggunakan stik drum-nya supaya tidak patah karena mereka tidak memiliki uang untuk membeli stik drum baru. Sementara sang manajer sendiri berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang band tersebut. Puncaknya mereka kesal karena sang manajer menolak untuk meminjamkan Deaky uang untuk membeli rumah padahal Deaky baru saja menikah. Soal lagu Death on Two Legs yang menceritakan kekesalan mereka pada sang manajer ini akan aku ceritakan kapan-kapan. Lagu yang oleh Brian disebutkan sebagai too rude sampai-sampai dia tidak mau menyanyikannya, hehehe.

Okay, sekarang kita masuk ke lirik lagu “You’re My Best Friend”. Dari liriknya menunjukkan bahwa Deaky adalah seorang kekasih yang rasional dan lebih menikmati kehidupan yang tenang di rumah. Pendek kata, dia adalah cowok rumahan yang ga suka macam-macam dan ga suka aneh-aneh. Begini lirik lagunya, “ooh you make me live, whatever this world can give to me, it’s you, you’re all I see, ooh you make me live now honey”. Aku selalu suka lagu-lagu romantis yang liriknya realistis dan tidak menye-menye, lebih ke how big you mean to me in my daily life, ya seperti lagu ini. Kelanjutannya begini, “oh you’re the best friend that I ever had, I’ve been with you such a long time, you’re my sunshine and I want you to know that my feelings are true, I really love you, oh you’re my best friend”. Lagunya kayak tidak ada menunjukkan hubungan percintaan romantis gitu ya, tapi malah lebih dalam maknanya, walaupun sekilas tampak seperti menceritakan persahabatan saja. Tapi menurutku yang seperti itu malah lebih dalam romantisnya.

Lirik selanjutnya begini, “ooh I’ve been wandering round but I still come back to you, in rain or shine you’ve stood by me girl, I’m happy at home, you’re my best friend”. Ini lagunya kayak Deaky banget gitu ya, sudah ke mana-mana tapi akan selalu pulang kepada istrinya, kepada rumahnya yang selalu membuat dia bahagia. Dan apapun yang terjadi padanya, ketika dunia sedang jahat padanya, dia selalu memiliki istrinya yang membantunya memaafkan semuanya, seperti dalam lirik berikut ini, “ooh you make me live, whenever this world is cruel to me, I got you to help me forgive, ooh you make me live now honey, you’re the first one, when things turn out bad, you know I’ll never be lonely, you’re my only one, and I love the things, I really love the things that you do, oh you my best friend”. How sweet and romantic, isn’t it? Apalagi lagu ini dinyanyikan oleh Freddie Mercury dengan suaranya yang seksi dan bitchy namun tetap kuat dan khas banget. What a perfect combination. Aku selalu suka lagu ini, dan setiap mendengarkan lagu ini aku selalu ingat Deaky, anggota Queen yang paling manis dan kalem. We miss you Deaky! We all miss you!!!

Fitri Indra Harjanti

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.
Bagikan:

Fitri Indra Harjanti

Seorang fasilitator, editor, penerjemah, dan penulis freelance yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aktif menggeluti isu gender dan feminisme sejak 7 tahun yang lalu. Menghabiskan waktu luangnya dengan menonton film di bioskop, mendengarkan band Queen, dan berbicara dengan kucing-kucingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *